Category Archives: Quotes

SEBERAPA BERPOWER ZIKIR KITA?

SEBERAPA BERPOWER ZIKIR KITA? “Kalau para nabi dan wali-walinya berzikir, itu bisa menurunkan makanan dan hujan dari langit. Bisa mengeluarkan air dari celah batu dan jari-jari. Bisa menumbuhkan buah-buahan dari bumi. Tapi ketika pemimpin kita berzikir, lalu air dalam pipa PDAM bisa kering, angka kemiskinan tidak membaik, pengangguran bertambah, serta peredaran narkoba menjadi-jadi; nyan ka gura!”

KHUTBAH REFLEKTIF

KHUTBAH REFLEKTIF. “Semua kita punya dosa, termasuk khatib. Bahkan dosa para khatib lebih besar dari dosa jamaah. Karena apa yang diceramahin ke orang-orang belum tentu dikerjakannya”. Demikian salah satu potongan khutbah reflektif hari ini. Jarang kita dengar seorang khatib (atau ustadz) yang mengajak jamaah sambil menyentil diri sendiri. Kiban menurut khatib-khatib laen? – Masjid Almizan FEB Unsyiah, Jumat, 6 September 2019.

HAKIKAT GURU

HAKIKAT GURU. Kalau sekedar ingin memperbaiki gelombang informasi dalam otak, tak perlu guru. Google saja sudah lebih dari cukup untuk itu. Tapi yang dapat menyambungkan jiwa kita dengan Allah siapa? Karena fungsi itulah yang tidak dipunyai Google dan kitab-kitab pengetahuan lainnya. Harus ada “nabi” (atau para pewarisnya) yang mengambil peran ini. Sebab, kalau sekedar bersandar kepada kitab semacam injil, zabur atau taurat; itu banyak beredar di Arab pada zaman nabi. Tapi yang dibutuhkan adalah seorang guru pembawa wasilah, guna mentransfer Kalimah Allah yang asli dalam qalbu. Sebenarnya, pola hidup manusia sepanjang zaman selalu sama: bertugas mencari ‘nabi’. Jangan berhenti pada kecerdasan (kebodohan) yang sudah ada. Temukan ruhnya Gaes!

ESENSI DARUSSALAM

ESENSI DARUSSALAM. Unsyiah dan UIN Arraniry, kalau dibangun dengan relasi “syariah”, itu ada hukum-hukum, ada batas-batas, ada hitam putih. “Ini tanah kami, itu tanah kalian”. Sementara, kalau dibangun dengan hubungan “hakikat”, kita semua berasal dari jiwa dan kesadaran sejarah yang sama. “Tanahku kan tanahmu juga.” Relasi syariat penting, meskipun mudah menimbulkan ketegangan. Sementara relasi hakikat yang toleran hanya bisa dibangun dengan kecerdasan emosi dan spiritual yang tinggi. Perlu usaha untuk terus menerus menyelaraskan berbagai pola hubungan agar tercipta negeri yang damai, “Darussalam”.

IDUL GHADIR

IDUL GHADIR (18 Dzulhijjah 10 H). Selamat hari kewalian dan kesempurnaan Alquran. Semoga spirit nubuwwah melalui para awliya Allah terus menyinari kita sampai akhir zaman. Alquran sebagai “teori suci” baru dikatakan sempurna manakala ia mampu melahirkan the leaders, “pribadi-pribadi maksum” paska kenabian (dalam berbagai terminologi disebut imam, wali mursyid, dsb). Itu yang membuat Alquran aktual sepanjang zaman, dimana teks tidak pernah terpisah dari orang. Sebab, Alquran (baca: Adz-dzikr) yang otentik wajib menyatu dalam dada seseorang. Yang dengan itu wajahnya memancarkan Karamah, sehingga tak pernah bisa ditiru (dikalahkan) syaitan.
—————————
Hadis Idul Ghadir turut diriwayatkan dalam Musnad Ahmad bin Hambal, Mustadrak Alhakim, Sunan At-Tirmidzi, Khashaish An-Nasai, Mafatih Ghaib imam Fakhrurrazi, Dur Mansur imam Jalaluddin Suyuthi, Sunan Ibnu Majah, Tarikh Ibnu Katsir, Fath Albari Ibnu Hajar, Mukaddimah Ibnu Khaldun, Sirr Alamin Abu Hamid Alghazali, dll (image:).

KAPAN MERDEKA?

image: JIKA diperlukan 350 tahun untuk mengalahkan kerakusan kolonial semacam Belanda, maka berapa ratus tahun lagi dibutuhkan untuk mengalahkan kerakusan diri sendiri sampai kita semua benar-benar menjadi bangsa yang merdeka? (17 Agustus 2019)

LEBIH DARI CUKUP

LEBIH DARI CUKUP. Ada petuah yang mengatakan, “Makanlah dari sisa-sisa makanan mereka, sebab untuk merekalah kita bekerja. Jika tak tersisa, maka berpuasa (bersabarlah). Tapi biasanya, sisa-sisa mereka saja sudah lebih dari cukup untuk kita nikmati.” Benar, memberi tidak pernah membuat kita kekurangan.”

LA ILAHA ILLA ALLAH

LA ILAHA ILLA ALLAH. Ahli tauhid bertanya, “yang mana Allah?”. Ahli tasawuf menjawab, “ini engkau, ini Allah”. Ahli makrifat menerangkan, “tak ada sesuatu apapun selain Allah”. Itu makna hakiki La ilaha illallah: La maujuda illallah.

“API DI LEMBAH SUCI”

API DI LEMBAH SUCI. Harus ada “api” yang kita hidupkan di awal pagi. Yang dengan itu kita bakar dunia sepanjang hari. “Maka ketika ia datang ke tempat api itu, ia dipanggil, “Hai Musa, Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu. Sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa” (QS. Thaha: 11-12). – Foto by Amri Muksalmina, Dayah Sufimuda.

EKONOMI MAKRIFAH

image: mulimdaily.net

EKONOMI MAKRIFAH. “Ekonomi syariah itu ekonominya para pedagang. Ekonomi yang merasa bahwa dirinya adalah pemilik dari sebuah sumberdaya. Dasarnya hitung-hitungan. Kalau sudah cukup hitungan, baru ada haknya Tuhan. Pedagang memang begitu, persis orang shalat yang tujuannya cari syurga, maunya laba saja. Dan ini berbeda dengan ekonomi makrifah, ekonominya orang-orang yang bersyukur. Pada ekonomi makrifah, yang benar-benar eksis secara mandiri hanya Allah. Tak ada lagi kepemilikan pribadi. Apalagi hitung-hitungan. Semua diserahkan kepada Tuhan. Ekonomi kita belum sampai ke tingkat makrifah. Sebab, untuk sampai kesana, para akademisi dan pelaku ekonominya harus sudah lebur (fana) dan kekal (baqa) bersama Allah. Tak ada lagi yang terlihat, selain Dia.” – Said Muniruddin.