Category Archives: Quotes

“API DI LEMBAH SUCI”

API DI LEMBAH SUCI. Harus ada “api” yang kita hidupkan di awal pagi. Yang dengan itu kita bakar dunia sepanjang hari. “Maka ketika ia datang ke tempat api itu, ia dipanggil, “Hai Musa, Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu. Sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa” (QS. Thaha: 11-12). – Foto by Amri Muksalmina, Dayah Sufimuda.

Advertisements

MENANAM BIBIT “SIDRAH ALMUNTAHA”

Menanam bibit “Sidrah Al-Muntaha”. Sebuah pohon yang akarnya di bumi, pucuknya di langit sana. Buahnya kami panen di akhirat saja (15 Februari 2019).

EKONOMI MAKRIFAH

image: mulimdaily.net

EKONOMI MAKRIFAH. “Ekonomi syariah itu ekonominya para pedagang. Ekonomi yang merasa bahwa dirinya adalah pemilik dari sebuah sumberdaya. Dasarnya hitung-hitungan. Kalau sudah cukup hitungan, baru ada haknya Tuhan. Pedagang memang begitu, persis orang shalat yang tujuannya cari syurga, maunya laba saja. Dan ini berbeda dengan ekonomi makrifah, ekonominya orang-orang yang bersyukur. Pada ekonomi makrifah, yang benar-benar eksis secara mandiri hanya Allah. Tak ada lagi kepemilikan pribadi. Apalagi hitung-hitungan. Semua diserahkan kepada Tuhan. Ekonomi kita belum sampai ke tingkat makrifah. Sebab, untuk sampai kesana, para akademisi dan pelaku ekonominya harus sudah lebur (fana) dan kekal (baqa) bersama Allah. Tak ada lagi yang terlihat, selain Dia.” – Said Muniruddin.

FILSUF EKSTRIM KIRI

FILSUF EKSTRIM KIRI. “RG mewakili ekstrim kiri para filsuf yang belum menemukan Tuhan. Sehingga hal-hal bernilai teologis akan selalu menjadi bahan olok-olokan. Ada juga ekstrim kanan dari fuqaha. Merasa paling ber-Tuhan, lalu membangun agama dengan ketakutan setengah mati kepada bid’ah dan neraka. Sufisme memilih jalur tengah: menjalin cinta dan berasyik masyuk dengan-Nya.” – Demikian Sang Guru menjelaskan fenomena sosial keagamaan kita.

AWANPUN BERTASBIH

image: Pantai Kampung Jawa, Banda Aceh (17 Januari 2019).

AWANPUN BERTASBIH, menyebut nama-Nya. “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (QS. Al-Isra: 44).

DULU DAN SEKARANG

KATA GURU: “1000 gelas anggur tidak akan memabukkan, sampai engkau meminumnya. Pun 1000 kitab yang kau baca tidak akan membawamu kepada Tuhan, sampai engkau bersedia menempuh jalan.”

ISLAM TAK BERDAYA

image: “Tidak hanya di Monas. Jika ingin melihat betapa tak berdayanya umat Islam yang banyak itu, pergilah ke Arab Saudi. Tiap tahun, lebih dari 2 juta mereka khusyuk berputar-putar mengelilingi Ka’bah dan kumpul-kumpul di Padang Arafah. Sementara diseberangnya ada segelintir tentara Israel yang sudah 70 tahun bebas membunuh warga Palestina. But still we call them “Haji Mabrur”. Ternyata, yang besar dari kita hanya teriakan “Allahu Akbar”-nya saja” (2 Desember 2018).