TAWAJUH YANG GAGAL


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.49 | Juli 2021


TAWAJUH YANG GAGAL
Oleh Said Muniruddin

MALAM ini badan agak berat. Setelah seharian menelaah layar PC. Disambung agenda malam, membawa anak jalan-jalan. Kupercayakan saja hidupku kepada Redmi Note 8. Alarm sudah ter-set untuk jam 4 pagi. Karena menjelang subuh ada agenda “mikraj”. Perjalanan tawajuh ke langit ke tujuh. Tepat jam 23 WIB, tidurlah aku. Continue reading

SOLUSI UNTUK HIJAB REJEKI


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.48 | Juli 2021


SOLUSI UNTUK HIJAB REJEKI
Oleh Said Muniruddin

YANG satu namanya Kim Ramzi Jong-un. Rambutnya tipis samping. Tatapannya datar. Serius. Penguasa Korea Utara. Continue reading

PAK SYAM; CUKUP HANYA MENJADI ORANG BIASA, ANDA AKAN DILAYANINYA

Pak Syam: Cukup hanya menjadi Orang Biasa, Anda akan Dilayaninya
Oleh Said Muniruddin

SATU dari banyak hal yang paling kami sukai dari Prof. Dr. Syamsuddin Mahmud (24 April 1935 – 22 Mei 2021) adalah kerendahan hatinya. Beliau bersedia menerima siapa pun yang mau menjumpainya. Si gam bakong sekalipun, yang tak punya apa-apa, mau ia layani. Continue reading

ARAGORN, ANDURIL, JIN LEMBAH ERECH, DAN ALI BIN ABI THALIB

Aragorn, Anduril, Jin Lembah Erech, dan Ali bin Abi Thalib
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
“dari (golongan) jin dan manusia.” QS. AnNas: 6

ADA seorang bertanya, apakah benar Rasul saw telah memerintah Ali as untuk memerangi bangsa Jin yang sekarang dinamakan dengan lembah Bi’ri Ali? Continue reading

THE “37”

The “37”
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Pada 09 Maret 2021 ini, iseng-iseng, kami publish pengalaman unik kami yang selalu menemukan angka 37. Dimanapun kami berada, ada Dia. kemanapun wajah menghadap; disana ada Angka itu. Angka yang tidak pernah kami buat-buat, ataupun cari-cari. Tapi selalu menampakkan Diri. Sebuah kebetulan yang berulang-ulang?

***

37 LIKES. Senin, 08 Maret 2021.  Sampai semalam, saat tiba-tiba melihat status di fb, angka ini masih muncul. Apakah itu status orang lain, ataupun status sendiri. Termasuk di status adik kami, Sayyid Husain Bahesty, terkait webinar yang akan ia presentasikan -yang didalamnya ikut kami bahani terkait spiritualitas bangunan. Tiba-tiba saya buka fb, dan saya lihat statusnya sudah disukai 37 orang. Padahal itu baru pertama saya melihat postingan tersebut.

Beberapa waktu sebelumnya, jumlah like yang sama tiba-tiba juga kami temukan pada status serupa terkait pengumuman rekrutmen arsitek di GUNTOMARA.

Begitu juga dengan sebuah postingan kami setelah memangkas rambut di tempat Bang Zubir. Beberapa waktu kemudian, iseng melihat kembali status tersebut. Ternyata ada 37 like. Hal serupa sering kami alami pada status-status lainnya, namun tidak selalu kami dokumentasikan.

***

CERITA KARAMAH AULIYA PADA HALAMAN 373. Senin, 08 Maret 2021. Masih pada tanggal dan hari yang sama, setelah membaca status Sayyid Husain, kami mencari status dan berita-berita mencerahkan dari teman-teman yang ada di fb. Mata kami tertuju pada postingan Hadi Huda. Dikutip dari beberapa sumber, ia mengisahkan tentang seorang wali  bernama Sayyid Mirza Ali Qadhi, guru dari Sayyid Husain Thabathabai, yang disebutkan mewarisi salah satu karamah (mukjizat) Sulaiman as, mampu berbicara dengan makhluk purba. Menariknya, kisah ini diambil dari sebuah kita berjudul “The Radiant” halaman 373

***

37 CALON PESERTA. Sabtu, 06 Maret 2021. Sore itu kami sedang duduk santai di Warkop Optimum Prime (OP), Batoh, Banda Aceh. Tiba-tiba saya melihat Hp, dan langsung membuka salah satu grup WA KB HMI FEB Unsyiah. Pesan yang terbaca adalah laporan dari adik-adik panitia, bernama Arkan, yang mengatakan bahwa sudah ada 37 peserta basic training yang mendaftar. “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, izin kanda yunda menyampaikan update pendaftaran Basic Training Komisariat kita yang telah dibuka sejak 3 Maret hinga hari ini yang telah mendaftar sejumlah 37 orang. Semoga kegiatan pengkaderan di Komisariat kita ini berjalan sukses dan lancar”, demikian bunyi pesan di WA. Dua malam sebelumnya mereka datang ke GUNTOMARA untuk membahas rencana rekrutmen peserta dan pelaksanaan acara.

***

AS FAR AS MY FEET WILL CARRY ME. Kamis, 04 Maret 2021. Malam itu kami menonton kisah Clemens Forell, seorang tentara Jerman yang di tawan Soviet tahun 1945 saat perang dunia ke-2, dan diputuskan untuk dipekerja paksakan selama 25 tahun di Siberia. Dalam pelariannya; dia harus menempuh 8.000 mil selama 3 tahun perjalanan kaki, melawan ekstrimnya suhu dingin, ganasnya alam, sebelum akhirnya tiba kembali ke Jerman. Diujung usahanya itu, dia sempat masuk ke wilayah Iran, namun ditahan untuk sekian lama karena dicurigai sebagai mata-mata Soviet. Pihak Iran menghubungi seseorang, yang ternyata adalah paman Clemens yang bekerja di Ankara Turki, untuk datang ke Iran guna mengidentifikasi tawanan tersebut. Pamannya ini sempat mengaku kepada pihak Iran, sulit baginya untuk kembali mengenal Clemens. Sebab, terakhir kali ia berjumpa dengan keponakannya itu adalah tahun 1937. “The last time I saw him was in 1937, sebut pamannya. Film yang diangkat dari kisah nyata ini berjudul “As Far as My Feet will Carry Me” (2001).

***

LAMPU MERAH 37 DETIK. Rabu, 03 Maret 2021. Magrib itu kami terhenti di sebuah lampu merah, di sisi selatan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Sekilas saya melihat, saat lampu menjadi merah, muncul petunjuk detik waktu yang dimulai dari detik angka 37. Saya hanya penasaran, kok angka ini terus yang muncul dalam amatan saya. Sedikit untuk mengobati penasaran, saya putar kembali mobil ke jalan itu. Saya coba amati, dan ternyata benar. Istri saya yang duduk disamping membantu mengambil foto ketika detik pertama lampu itu dimulai dari angka 37 itu.

***

PRINTER SEHARGA 3.7 JUTA. Senin, 01 Maret 2021. Kantor kami GUNTOMARA “islamic art and architecture” berencana membuat pengadaan satu unit printer Epson Wifi. Salah satu staf kami melakukan searching di Shopee. Lalu didapat satu unit printer dengan spesifikasi yang cocok. Setelah dicek, harganya 3.7 juta. Tepatnya Rp 3.775.000.

***

37 DESTINASI WISATA. Sabtu, 27 Februari 2021. Pagi itu, kami terduduk di hotel. Tidak tau mau kemana. Sebab, semalam sudah selesai memberi materi pada acara Latihan Kader (LK-II), yang bertempat di Godang, Panyabungan, Madina, Samatera Utara. Lalu kami mencoba googling tempat-tempat pariwisata yang terdekat di seputaran ibukota kabupaten Mandailing Natal. Tiba-tiba muncullah 37 destinasi ini.

***

PLAT MOBIL KOMBINASI ANGKA 37. Kamis, 25 Februari 2021. Sehari sebelum berangkat ke Mandailing Natal, Sumatera Utara, kami membawa istri dan anak-anak jalan-jalan. Rencana mau kota Banda Aceh. Baru sebentar keluar dari rumah kami di kajhu Aceh Besar, dan masuk ke jalan utama, di depan kami ada sebuah mobil Brio yang melaju pelan, dengan plat 373.

***

ASURANSI 37.000. Rabu, 24 Februari 2021. Dua hari sebelum berangkat, saat melakukan pemesanan tiket ke Mandailing Natal, SUMUT; iseng saya menambah biaya asuransi perjalanan (travel insurance). Ternyata harganya hanya Rp 37,000.

***

MAKAM TAHUN 1937. Ahad, 21 Februari 2021. Selama dua hari kami berada di Bukittinggi, acara pelatihan kepemimpinan mahasiswa. Pada hari kedua kami berwisata, termasuk ke lubang pertahanan Jepang di Kota Bukittinggi. Keluar dari Japanese Tunnel yang terpanjang di Indonesia tersebut, kami naik ke atas bukit di atasnya, guna menikmati keindahan Ngarai Sianok. Begitu sampai di sana, ternyata ada komplek kuburan. Orang pertama yang dimakamkan disana bernama Hadji Mohammad Thaib. Meninggal tahun 1937.

***

LIST KE-37 PESERTA HARI AULIA. Jum’at, 19 Februari 2021. Waktu itu, seorang sahabat kami mengedarkan list untuk mengisi daftar untuk berhadir pada Hari Aulia, yang sebenarnya berlangsung pada 09 Maret 2021 (namun bergeser ke 11 Maret 2021). Teman-teman di group ikut mengisi namanya. Termasuk kami. Setelah di isi, nama kami berada pada list urutan ke 37. Semoga kami bisa hadir, meskipun istri sedang menunggu momen kelahiran.

***

KODE BISNIS 37. Rabu, 10 Februari 2021. Usaha warisan orang tua kami sejak 1948 -yang secara resmi kami legalkan sejak 2017, bernama GUNTOMARA “islamic art and architecture” mencoba mendaftarkan merek/logo ke KEMENKUMHAM RI. Ternyata, Kode Bisnis resmi pemerintah untuk usaha disain arsitektur, interior dan eksterior adalah 37.

***

NO HP PELANGGAN. Senin, 08 Februari 2021. GUNTOMARA punya usaha jasa cutting plat dan pvc. Biasanya, order dari pelanggan diterima oleh bagian penjualan. Tapi entah kenapa, hari itu, pesanannya masuk melalui Hp kami dari sebuah nomor yang memiliki kombinasi angka 37. Sebelumnya juga terjadi pada tangal 01 Februari 2021, juga masuk pesanan dari nomor Hp berangka 37.

***

373 M2. Senin, 01 Februari 2021. Pada awal Februari 2020 kami mengumpulkan semua staf. Kepada mereka kami menyampaikan apresiasi. Bahwa Tahun 2021 ini, GUNTOMARA telah memulai usaha dengan kerja yang lumayan bagus, meskipun belum maksimal. Selama Januari 2021, para pekerja telah membantu para klien dengan total luas produk cutting 373 M2. Dan angka ini menjadi start kita untuk melangkah maju.

***

Periode November 2020 – Januari 2021, banyak sekali fenomena angka 37 yang juga kami temui. Karena begitu sering, akhirnya kami abaikan. Sebagian sempat kami foto. Tapi sayangnya, foto-foto pada periode ini terhapus semua saat melakukan pembersihan file di Hp.

***

ABSENSI PEGAWAI. Kamis, 27 Oktober 2020. Unsyiah (kini USK) punya absensi online untuk diisi oleh para dosennya. Meskipun kami tidak begitu rutin mengisinya, hari itu kami coba melaporkan kehadiran. Ketika masuk ke sistem, ada angka yang diminta masukkan untuk verifikasi. Dua dari tiga digit angka merupakan kombinasi angka 37.

***

NO HP MAHASISWI BIMBINGAN. Jum’at, 23 Oktober 2020. Semester Ganjil 2020-2021, kami punya dua mahasiswa-i bimbingan skripsi untuk S1. Salah satunya adalah yang di bawah ini, ujungnya angka 37.

***

KODE POS 23373. Rabu, 14 Oktober 2020. GUNTOMARA melakukan pembenahan admnistrasi perkantoran. Termasuk melengkapi kembali alamat perusahaan. Data-data ini akan digunakan pada sejumlah dokumen dan aktifitas surat-menyurat. Kami mencoba memeriksa di internet kode pos wilayah kami berlokasi, Desa Baet – Kecamatan Baitussalam. Ternyata 23373. Angka 37 lagi!

***

BATERAI 37 PERSEN. Ahad, 11 Oktober 2020. Seringkali kami memeriksa level baterai di HP. Termasuk yang paling sering kami lihat adalah saat sisa baterai berjumlah 37 persen.

***

AYAT 37. Kamis, 06 Oktober 2020. Tiba-tiba terlintas ingin memeriksa sebuah ayat terkait adab berjalan dan bergaul dengan sesama manusia di muka bumi, termasuk juga hubungan dengan Tuhan. Ternyata itu ayat ke 37, surah Al-Israk. “Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan sombong…”.

***

PUKUL SEKIAN LEWAT 37. Senin, 05 Oktober 2020. Seringkali setiap hari saat berada di mobil, kami melihat ke arah petunjuk waktu, dan menemukan jam menunjukkan yang menitnya lewat 37. Dan selama kurun tertentu, itu sering terjadi pada pagi hari. Sebab, saat di mobil kami sering memeriksa waktu agar tidak terlambat mengantar anak ke sekolah, ataupun kami tidak telat tiba di kantor.

***

HEMAT 37 PERSEN. Sabtu, 03 oktober 2020. Untuk kepentingan pencatatan dan pelaporan keuangan bisnis sebuah usaha, saya membantu melakukan pembelian software Zahir Accounting. Pilihannya banyak. Kami memilih berlangganan pertahun, dengan harga Rp 6 juta. Menurut bahasa marketing Zahir, itu hemat 37%.

***

TRUCK PENGANGKUT TANAH. Selasa, 29 September 2020. Siang itu kami sedang meluncur dari rumah di Kajhu menuju Kampoeng Seni Guntomara, di Desa Baet – Krueng Cut, Aceh Besar. Baru sebentar berada di jalan raya, terlihat dari kaca spion mobil, ada truck sedang melaju dari belakang kami. Menariknya, ada angka besar berwarna merah yang tertulis di depannya: 37. Meskipun sedikit berbahaya, karena sedang mengemudi, kami coba bidik foto ke arah truck itu. Inilah hasilnya!

***

JUMLAH VIEW. Senin, 28 September 2020. Tidak sengaja, pagi ini iseng ingin mengetahui perkembangan statistik web www.saidmuniruddin.com. Ternyata, artikel-artikel kita sudah dibaca oleh 370,044 orang. Total comments mencapai 372. Selama bulan September ini, situs sudah dikunjungi oleh 37,724 orang. Sedangkan jumlah orang yang pagi ini mengakses web tersebut berjumlah 377. Entah bagaimana, statistik itu kombinasi angka 37 semua.

***

DUA MOBIL 37 DI TEMPAT YANG SAMA. Jum’at, 18 September 2020. Suatu pagi; Bang Zulfikar Lidan, Bang Safwan, dan saya; duduk ngopi di bawah jembatan Cot Iri, Aceh Besar. Tiba-tiba, tidak biasanya, sebuah mobil Isuzu menyeruak masuk sampai ke area pengunjung. Rupanya itu mobil pengangkut logistik untuk para penjual di bawah jembatan tersebut. Tanpa sengaja, mata kami tertuju ke nomor plat mobil itu. Terlihat dua angka di ujungnya 37. Selesai minum kopi, kami berangkat menuju tempat parkir mobil, mau pulang. Sesaat berada di mobil, tiba-tiba Bang Zulfikar Lidan mendekati mobil kami dan menunjuk ke sebuah mobil Innova yang baru saja lewat. Nomor plat ujungnya juga 37.

***

BERITA MEDIA. Selama periode 2020, tanpa sengaja, beberapa kali kami membaca berita yang memunculkan angka yang sama. Pertama, pada Maret 2020 ada riset yang mengatakan virus corona mampu bertahan hidup dalam tubuh manusia selama 37 hari (https://www.cnbcindonesia.com/news/20200316155043-4-145242/temuan-baru-virus-corona-bisa-bertahan-hidup-37-hari). Kedua, dari 38 karyawan dan tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19 di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten, 37 diantaranya dinyatakan sembuh (https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5190850/tracing-rampung-37-karyawan-rs-soeradji-klaten-sembuh-dari-corona). Ketiga, pada awal September 2020 terjadi pro-kontra terhadap 37 tenaga kerja asing ‘ilegal’ dari Cina yang masuk bekerja di PLTU 3-4 di Nagan Raya, Aceh. Data lainnya menyebut jumlahnya 44 orang. (https://aceh.tribunnews.com/2020/09/11/disnakermobduk-aceh-sebut-37-tka-cina-di-pltu-3-4-nagan-raya-sudah-miliki-izin-kerja). Keempat, Sebanyak 37 pegawai KPK mengundurkan diri dalam kurun waktu satu tahun ini. Buruknya kinerja dan minimnya prestasi KPK disinyalir menjadi penyebabnya (https://news.detik.com/berita/d-5189742/37-pegawai-kpk-mundur-icw-soroti-perubahan-prestasi-jadi-kontroversi).

***

NOMOR URUT ABSEN WAKTU DI SMA. Kamis, 03 September 2020. Iseng-iseng menelaah kembali dokumen yang sudah berusia 23 tahun, saat kami berada pada tahun-tahun terakhir di MAN 1 Banda Aceh 1996/1997. Ternyata nama kami berada pada nomor urut 37 pada list absensi.

***

ALMANAK 1437 H. Jum’at, 14 Agustus 2020. Waktu itu kami posting kembali artikel tentang “Almanak Aceh” di fb. Yang di dalamnya berisi nama-nama bulan dalam kultur Aceh: (1) Hasan Husen, (2) Shafa, (3) Moelod, (4) Adoe Moelod, (5) Bungong Kayèè, (6) Khanduri Boh Kayèè, (7) Khanduri Apam, (8) Khanduri Bu, (9) Puasa, (10) Uroe Raya, (11) Meurapet, (12) Haji. Tanpa kami sadari, ternyata, itu artikel kami tahun 2015-2016. Artinya, itu tahun 1437 H, sebagaimana terdapat pada image kalender tersebut.

***

37 TULISAN SAMPAI DENGAN HUT RI. Rabu, 19 Agustus 2020. Tanpa sengaja, hari itu kami hitung kembali jumlah tulisan yang sudah terpublikasi selama tahun 2020. Ternyata, sejak merebaknya Corona pada Maret 2020, sampai perayaan HUT kemerdekaan Republik Indonesia, kami telah mempublikasi 37 tulisan. Atau 44 Tulisan sejak awal tahun. Angka ini sangat sakral bagi kami. Tulisan-tulisan tersebut adalah:
1. Kupiah Meu-Qutub (13 Agustus 2020)
2. Refocusing Kesadaran: Dari “Aku Berpikir” ke “Aku Diberi Tau oleh Tuhan” (10 Agustus 2020)
3. The Power of Ziarah (06 Agustus 2020)
4. Anda Bisa Mengenal Wali, Tanpa harus menjadi Wali (04 Agustus 2020)
5. Emirates First Class Vs. Blang Padang 001 (02 Agustus 2020)
6. Terdengar “Rindu” Meggy Z dalam Takbir Idul Adha (01 Agustus 2020)
7. Posisi ‘Aqal dalam Hukum Islam (24 Juli 2020)
8. “Sudah Berapa Lama Kita Mati?” Respon Terhadap Epistemologi Makrifat dalam Dunia Akademik (21 Juli 2020)
9. Teungku Syiah Kuala dan Nuruddin Ar-Raniry Berguru pada Dua Habib ini (20 Juli 2020)
10. Menyederhanakan Cara Bertuhan (17 Juli 2020)
11. Kasih Sayang-Nya Melampaui Gombalmu (13 Juli 2020)
12. School Day 1: “Ini Budi” (13 Juli 2020)
13. Sufi itu ‘Miskin’ (11 Juli 2020)
14. Mencari Imam yang Didengar Tuhan (06 Juli 2020)
15. Laki-Laki “Kawan” Perempuan (06 Juli 2020)
16. Shalat Hakikat (01 Juli 2020)
17. Dari Alif Ba ke Wujud Tanpa Huruf dan Suara (21 Juni 2020)
18. Karamah Auliya (16 Juni 2020)
19. Waled, Khumeini, Syiah dan Sunni (03 Juni 2020)
20. Spiritualitas Indonesia: Pancasila itu “Shalawat” (01 Juni 2020)
21. Allah Sudah Pergi (22 Mei 2020)
22. Al-Quran Turun Sekaligus, yang Bertahap itu Penyampaiannya (22 Mei 2020)
23. Nyak Po Syiek: Sosok Perempuan yang selalu Menawarkan Makan kepada Semua Orang (21 Mei 2020)
24. Siapa yang Menusuk Jokowi? (17 Mei 2020)
25. 19 dan 21 Ramadhan (12 Mei 2020)
26. Aku Bukan Pujangga (11 Mei 2020)
27. Dukhan dan Ajaran Ketakutan (18 April 2020)
28. Ini Bukan Zamannya Lapar, Tapi Wajib Lapar (26 April 2020)
29. Kita Akan Digantikan (17 April 2020)
30. Wahdatul Wujud (16 April 2020)
31. Setelah Corona, Korupsi (15 April 2020)
32. Ritual Saintis dan Ritual Metafisis (11 April 2020)
33. Lataif Dunia Telah Terganggu (09 April 2020)
34. Cut Lem Vs. Apa Ma’e (07 April 2020)
35. Doctor Strange: Sci-Fi Tasawuf ala Marvel (28 Maret 2020)
36. Ayo, Lockdown! (25 Maret 2020)
37. Hati-Hati, Corona Menyebar Melalui WA (15 Maret 2020)
38. Apa yang Membuat Anda Lebih Islami? (10 Maret 2020)
39. Sholat, Urusan Siapa? (28 Februari 2020)
40. Lagi Nonton TV atau Nonton Jokowi (05 Februari 2020)
41. Bukan Menjadi Pemimpin, Tetapi Menjadikan Allah sebagai Pemimpin (04 Februari 2020)
42. Merajut Sains yang Terkoyak (22 Januari 2020)
43. “Loh Mahfudz” Index (13 Januari 2020)
44. Shaf yang Tak Pernah Lurus (09 Januari 2020)

***

37 MASALAH POPULER. Kamis, 10 Maret 2020. Saat sedang mencari-cari bahan di internet, mucullah artikel ini: 37 masalah populer.

***

37 PUISI UNTUK GURU. Minggu, 01 Maret 2020. Suatu ketika kami membuat kompilasi puisi untuk Hari Auliya-44, tahun 2020. Murid-murid di Dayah Sufimuda dipersilakan untuk berkontribusi. Setelah lebih kurang sebulan bekerja, terkumpullah 38 puisi. Menjelang hari pembukuan dan editing akhir, salah satu peserta membatalkan puisinya. Akhirnya, jumlah puisi menjadi 37. Tanpa direncanakan, semua terbukukan pada sebuah booklet kecil yang memiliki 44 nomor halaman. Judulnya: “Berpuisilah Untuk Gurumu, Walau Hanya Satu Baris”.

***

CALANG, JAM 7:37. Selasa, 03 Maret 2020. Suatu ketika, dalam perjalanan pagi dari Banda Aceh ke Nagan Raya. Sekitar jam 7 kami tiba di calang Aceh Jaya. Sambil sarapan dan ngopi, kami menulis ini:

KURUN YANG BERAT. Kurangi berada di luar kelambu. Hindari keramaian. Kalau publik sudah bervirus, segera menyepi. Suluk bang, suluk. Sampai ke alam Rabbani. Biar berada di atas awan. Tidak lagi kena hujan. Berulang kali diingatkan. 2020 itu tagline-nya “hidup sehat”. Sejak 2019 sudah dinasehati. Minuman curcumin yang alami. “Tanam juga lemon”, pesan sang Wali. Tahun-tahun ini amatlah berat. Bala, wabah dan bencana. Corona ini belumlah apa-apa. Khawatir kita, ada lagi yang lebih dahsyat. Tak ada obat. Teruslah berdoa, berzikir. Jangan panik, tetap “bahagia”. Rutinkan wudhuk taubat.  Setia  engkau dengan AKU, AKU setia dengan engkau. Kujamin, selamat kalian semua.

Begitu selesai menulis, tulisan ini kami kirim ke sejumlah group. Sejenak kemudian kami lihta, ternyata terkirim tepat jam 07:37 WIB. Puisi ini kemudian pada 09 maret 2021, dengan beberapa editan, kami bacakan di Dayah Sufimuda pada peringatan Hari Aulia ke 44.

***

FOTO DARI JOGYA. Jum’at, 21 Februari 2020. Tiba-tiba kakak kami Syarifah Munirah, salah satu anggota legislatif Kota Banda Aceh (periode ) mengirim foto kunjungan kerja beliau dari Jogya. Terlihat ia berfoto bersama dua nenek-nenek yang sedang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun pada latar foto sebelah kiri  agak ke bawah, terlihat ada sebuah spanduk yang dipasang pada meja, bertuliskan angka 37.

***

SUDAH 37 TAHUN HIDUP BAHAGIA. Selasa, 27 Desember 2016. Ini foto ulang tahun saya yang pertama bersama istri, dan tentu sangat membahagiakan. Kebetulan pada perayaan ke-37, tahun 2016 (dua tahun sebelum bertemu Sufimuda).

***

Dipenghujung tulisan ini, pada 09 Maret 2021 yang penuh berkah ini, kami menyampaikan salam takzim sekhalis-khalisnya kepada Abuya Sayyidi Syeikh Ahmad Sufimuda, sering disingkat dengan SM-37, Walimursyid ke-37 pada sanad ruhaniah tariqah Naqsyabandi al-Khalidi. Semoga panjang usianya, sehat batang tubuhnya, sehingga dapat lebih lama lagi membimbing dan menuntun ruhani murid-muridnya dalam bermunajat kepada Allah SWT.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

💥 powered by PEMUDA SUFI
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG: @saidmuniruddin

 

KETIKA DOA MENGHAMBATMU

KETIKA DOA MENGHAMBATMU. “Ahmad!! Kenapa lama sekali di kamar mandi?”, tanya umminya. “Ahmad lupa doa keluar kamar mandi, Ummi”, teriak Ahmad dari dalam kamar mandi. Rupanya sejak tadi ia berusaha mengingat doa keluar kamar mandi yang kemarin baru diajarkan di sekolah. Doa masuk kamar mandi ingat dia. Doa keluarnya lupa. Makanya gak keluar-keluar. Sebab, kalau keluar, kata ibu guru, juga harus baca doa.

TERASI RASA SYURGA

TERASI RASA SYURGA

PADA satu siang yang terik, di akhir bulan pula. Tepatnya Senin, 28 September 2020. Sambil makan siang bermenukan sambal terasi, sayup-sayup terdengar bunyi listrik yang menjerit-jerit, minta diisikan pulsa. Tiba-tiba istriku yang kata orang-orang mirip Nissa Sabyan, membuka cerita. Continue reading

KUPIAH MEU-QUTUB

Kupiah Meu-Qutub
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

SUATU ketika Dek Laili melihat Bang Idris memakai kupiah baru. Kupiah dengan campuran warna merah, kuning, hijau dan hitam ini diketahui sejak dulu diproduksi oleh para pengrajin dari Desa Tungkop, Kecamatan Indrajaya, Pidie. Namun menjadi populer setelah diiklankan oleh “artis” dari Meulaboh, Teuku Umar (1854-1899). Sehingga belakangan juga dinamai “Kupiah Teuku Umar”.

“Kupiah apa itu bang?”, Tanya Dek Laili sambil melihat ke arah kepala Bang Idris.

“Ooo.. ini Kupiah Meukutop”, jawab Bang Idris.

“Apa itu Kupiah Meukutop?”, lanjut Dek Laili penasaran.

Melihat wajah teduh nan cantik Dek Laili yang penuh rasa ingin tau, mulailah Bang Idris menjelaskan:

“Kupiah Meukutop adalah kupiah yang mengartikulasi semangat “qutub” (kutub), kewalian atau kepemimpinan yang suci, kepemimpinan para syuhada atau orang-orang yang menyaksikan dunia Ilahi.  “Meukutob” atau “Meukutop”, artinya “seperti kutub”, meniru dan menauladani para Kutub. Kutub adalah para wali yang menjadi simpul atau poros keagamaan (“pasak bumi”). Mereka biasanya juga punya atribut-atribut khas. Salah satunya kupiah. Dalam dunia sufi, para wali terkadang tampil dengan keunikannya, dengan simbol-simbol leadershipnya. Peci atau kupiah adalah salah satunya. Maka, sebagai bentuk apresiasi adat atas kewujudan mereka, dibuatlah Kupiah Meukutop oleh para indatu kita. Siapapun yang memakai kupiah ini, diharapkan mewarisi semangat para ‘arif Rabbani”, terang Bang Idris.

“Yang ada di kupiah itu simbol apa, kok mirip huruf “Lam”?, tanya Dek Laili lagi.

Bang Idris kembali menjelaskan:

“Itu bukan huruf “Lam”. Ada garis yang menghubungkan kedua ujungnya. Itu huruf “H” hijaiyah, yang diambil dari ujung tulisan Allah. “H” itu representasi dari “Hu”, Huwallah. Dia Allah. Para sufi atau kutub sering mencapai level trance (fana) dalam zikir-zikir mereka. Nama panjang dan formal “Allah”, pada titik tertentu juga didekati dengan irama “Hu”. “H” yang menjadi simbolisme Allah inilah yang menutupi atau melingkari dimensi akal. Menjadi simbolisme daya ingat secara total kepada Allah. Sekaligus daya intelektual yang diwarnai dimensi ketuhanan. Empat tingkatan pada kupiah secara maknawi juga menggambarkan tahapan perjalanan jiwa dari syariat, tarekat, hakikat dan makrifat”, Bang Idris menguraikan.

“Ooo.. begitu. Jadi kenapa Kupiah Meukutop mulai populer lagi di Aceh?”, Dek Laili kembali bertanya.

“Nyan tanda-tanda alam bahwa Wali Kutop kana di Aceh!”, Jawab Bang Idris dalam bahasa Aceh, sambil tersenyum. Entah bercanda, entah serius. Dek Laili pun ikut tersenyum.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

💥 powered by PEMUDA SUFI
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG: @saidmuniruddin

“JADI ASTRONOT!”

“KALAU SUDAH BESAR MAU JADI APA?”, tanya guru waktu SD dulu. “Astronot”, jawab kami seisi kelas. Saya yakin, anak-anak di SD lain juga begitu. Selain ada juga yang ingin jadi dokter, polisi atau tentara. Alhasil, hari ini, apa yang kita cita-citakan secara masal waktu kecil mirip-mirip dikabulkan Tuhan: “jadi Astronot”. Tak cukup masker, faceshield mulai menutup wajah kita. Tok gara-gara Corona. Ya, Alhamdulillah, kami sekeluarga hari ini berubah jadi astronot. Untuk mengantar keponakan, Raziq Muniranda dan istrinya ‘terbang’ ke bulan. Barakallahu lakuma! – Banda Aceh, Ahad: 09 Agustus 2020.

SCHOOL DAY 1: “INI BUDI”

School Day 1: “Ini Budi”
Oleh Said Muniruddin

“INI BUDI.” Masih teringat sekali, pelajaran pertama membaca waktu SD dulu. “Ini Budi, ini Ibu Budi, ini Ayah Budi…”. Semua tentang Budi. Berhari-hari, berminggu, berbulan-bulan ngurusi si Budi. Tanpa pernah sekalipun kami diperkenalkan yang mana Budi. Begitulah metode pengajaran kita. Disuruh hafal dan baca. Tanpa tau realitasnya! Continue reading

ALLAH SUDAH PERGI

Allah Sudah Pergi
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

SEORANG sufi naik haji ke Mekkah. Ia kecewa. Karena tidak ditemukannya Allah di Kakbah. Setelah diselidiki, ternyata Allah sudah pergi. Allah tidak tahan mendengar jerit tangis anak dan perempuan di negeri tetangga. Palestina. Terkhusus, setelah raja-raja Arab menyerahkan Yerussalem untuk zionis, guna dijadikan ibukota mereka. “Seandainya setiap muslim melempar seember air ke Israel, Israel akan hanyut”, imam Khomeini. #yaumulQuds-2020.

CUT LEM VS. APA MA’E

image: “radical right vs. radical left”

CUT LEM VS. APA MA’E

“Keei hireun kukalen ureung-ureung, mandum ka ye keu matee. Tapi u mesjid han ijak!”, kheun Cut Lem bak saboh wateei. Continue reading

SHOLAT, URUSAN SIAPA?

image: “moslem at prayer” (charles bargue)

SHOLAT, URUSAN SIAPA?

Suatu hari Nasruddin bertemu seorang ulama yang baru pulang dari masjid. Nasruddin kena tegur olehnya. Continue reading

KALIAN JANGAN KECEWA YA?

Kalian Jangan Kecewa Ya?

DUA pekan menjelang pemilihan presiden, Sufimuda berbicara di depan murid-muridnya: “Kalian jangan kecewa ya, kalau Jokowi menang lagi”. Continue reading

MENGENAL LAILATUL QADAR

Kenali dulu Lailatul Qadar, Baru Kita dapat Menemukannya

TIDAK perlu mengejar “Lailatul Qadar”. Kalau dikejar tidak ketemu. Ditunggu saja. Sebab, Lailatul Qadar pasti keluar pada malam-malam ganjil. Kebiasaannya memang begitu. Lailatul Qadar tidak keluar sembarang malam. Hanya malam tertentu saja. Continue reading

RAHASIA ALLAH ADA PADA WALI, RAHASIA WALI ADA PADA ALLAH

Rahasia Allah ada pada Wali, Rahasia Wali ada pada Allah

SEORANG wali diingatkan oleh Allah: “Hai waliku, Kalau kubuka rahasiamu kepada orang-orang, niscaya tidak ada lagi yang percaya padamu”. Continue reading

TAK KULIHAT WAJAH KALIAN DI AKHIRAT

Tak Kulihat Wajah Kalian di Akhirat

“KITA para sufi merupakan orang-orang akhirat yang main-main ke dunia”, Sufimuda menjelaskan. “Beda dengan saudara-saudara kita yang lain, mereka orang-orang dunia yang giat mencari akhirat”, tambahnya. Continue reading