Category: Articles

SETELAH CORONA, KORUPSI

image: republika.co.id

Setelah Corona, Korupsi
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Suatu ketika kami duduk dengan seorang ‘arif. Waktu itu Corona baru terlacak hadir ke Indonesia. Baru menginfeksi satu dua orang saja. Secara nasional sama sekali belum ada pikiran tentang lockdown, social distancing, realokasi anggaran, dan tanggap darurat sejenis lainnya. Semua masih menyimak apa yang sedang terjadi. Bahkan menteri dan presiden pun masih senyum-senyum, seperti tidak terjadi apa-apa.

SEORANG WALI BERKATA: “LATAIF DUNIA TELAH TERGANGGU!”

image: “ya lathifu lam tazal”

Seorang Wali Berkata: “Lataif Dunia telah Terganggu!”
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

Penguasa dunia makin jahal
Tindak tanduk elit makin bebal
Pebisnis begitu rakus balikin modal
Ceramah agamawan pun tak kalah brutal
Apalagi intelektual, makin binal
Iya, kemanusiaan kita tinggal sejengkal
Alam ini seperti menuju kehancuran total

AYO, LOCKDOWN!

image: “Lockdown” (Dayah Sufimuda, 29 Februari – 08 Maret 2020)

Ayo, Lockdown!
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Melihat pola penyebarannya, dapat disimpulkan. Corona adalah jenis wabah, yang kalau kita keluar rumah dan berada di kerumunan pasti tertular (dan menularkan). Pasti. Penyakit inipun punya karakter membunuh. Masalah mati atau tidak, tergantung imun tubuh. Maka sebelum kuburan masal digali, tidak ada obat yang paling efektif, selain mengurung diri. Atau apa yang sekarang dipopulerkan dengan lockdown, social distancing, dan juga isolasi mandiri.

HATI-HATI, CORONA MENYEBAR MELALUI WA

image: “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat”

Hati-Hati, Corona Menyebar Melalui WA
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Awalnya tidak ada yang khawatir akan terkena corona, sampai kita membaca WA.

APA YANG MEMBUAT ANDA LEBIH ISLAMI?

image: Rapat “islamisasi” kader HMI, Banda Aceh (10/03/2020)

Iman, Ilmu dan Amal
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Kalau sekedar beriman (percaya) adanya Tuhan, semua agama percaya itu. Mulai dari pendeta, rahib sampai ulama selalu berkhutbah tentang itu. Walau tak satupun pernah melihat bahkan berbicara dengan Tuhan yang dihafal-hafal itu.

LAGI NONTON TV ATAU NONTON JOKOWI?

Lagi Nonton TV atau Nonton Jokowi?
Oleh Said Idris Athari Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Suatu hari. Di sebuah warung kopi, di Aceh. Terjadi dialog antara Teungku Wahed dengan Teungku Shufi. Keduanya sedang duduk di depan tv. Kebetulan waktu itu sedang pelantikan Jokowi sebagai Presiden RI.

BUKAN MENJADI PEMIMPIN, TAPI MENJADIKAN ALLAH SEBAGAI PEMIMPIN

image: 73th HMI, 5 Februari 1947 | 2020

Bukan menjadi Pemimpin, Tapi menjadikan Allah sebagai Pemimpin
Oleh Said Muniruddin | Presidium MW KAHMI Aceh (Penulis Buku Bintang ‘Arasy)

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Merujuk pada angka kelahiran 5-2-1947 dan usia HMI yang ke 73, kami ingin menyampaikan tiga pesan:

MERAJUT SAINS YANG TERKOYAK

image: azquotes.com

MERAJUT SAINS YANG TERKOYAK
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.  Dunia cenderung menempatkan metafisika sebagai “the second knowledge.” Sehingga, orang-orang terhambat untuk masuk ke ranah niskala (alam gaib). Disatu sisi, dunia memang maju secara ekonomi dan teknologis. Tapi juga galau dan eksploitatif. Sebab, kita tidak begitu terhubung dengan puncak dari mata rantai wujud yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Ada cacat besar dalam paradigma kelimuan yang menyebabkan sains metafisika menjadi asing, terpisah dari dunia empiris.

“LOH MAHFUZ” INDEX

image: “spiritual university”

“Loh Mahfuz” Index
Oleh Said Idris Athari Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. “Anda mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tapi kok banyak menulis tentang spiritualitas?”, tanya kolega. “Itulah kerja Tgk. Syiah Kuala”, balas kami sambil bercanda.

SHAF YANG TAK PERNAH LURUS DAN RAPAT

“shaf yang tak pernah lurus dan rapat” (image: adzkia.net)

Shaf yang Tak Pernah Lurus dan Rapat
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. Shalat memiliki kaidah-kaidah batiniah, melampaui bentuk-bentuk lahiriahnya. Termasuk  pemahaman “shaf.”

KETIKA HASAN INDRAPURI MENIRU HASAN BASRI

image: Makam Imam Hasan Al-Basri, di distrik Zubayr, Basrah – Irak.

Ketika Hasan Indrapuri Meniru Hasan Basri
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Adalah Hasan Al-Basri (642-728 M). Lahir di Madinah. Digelar “Al-Basri” karena besar dan meninggal di Basrah, Irak. Beliau seorang ahli irfan yang ikut meneruskan transmisi ruhani dalam banyak cabang sufi. Sebagai tabi’in (generasi paska sahabat), ia sempat berguru secara langsung termasuk di kakinya imam Ali -salam atasnya. Bahkan saat kecil pernah disusui Ummu Salamah, salah satu istri nabi yang panjang usia.

MEMANDANG ALLAH PADA SEBIDANG WAJAH

“inni wajjahtu wajhiya”

Memandang Allah pada Sebidang Wajah
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Ada dari umat ini yang bekerja keras, bolak-balik balik membuka ribuan lembar kitab, untuk mengenal Allah. Ada juga yang beruntung. Menemukan Dia pada sebidang Wajah. Memang, orang-orang pintar hanya bisa dikalahkan oleh orang-orang beruntung. “Semoga kalian menjadi orang-orang beruntung”, kata Allah.

AGAMA TEORI DAN AGAMA RASA

Agama Teori dan Agama Rasa
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Agama adalah teori, sekaligus rasa. Sebagai teori, agama sudah clear. Ada buku yang tebalnya 30 juz, berisi 114 surah, dengan lebih dari 6000 ayat; menjelaskan apa-apa yang dianggap patut untuk kita ketahui. Walau banyak juga yang masih hipotetis, belum kita mengerti.

MENGAPA KITA KALAH (LAGI)?

image: cnnindonesia.com

Mengapa Kita Kalah (Lagi)?
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “Mengapa Kita Kalah (Lagi)?”. Penjelasannya begini. Ada, katakanlah, 270 juta rakyat Indonesia yang malam ini duduk menonton pertandingan bola yang ditayangkan langsung dari Stadion Rizal Memorial, Manila. Tentu tidak semua menonton. Saya asumsikan saja full. Semua “sangat berharap” kita menang. Disitulah akar masalahnya.

SUARA YANG MEMBANGUNKAN

image: “suara yang membangunkan”

Suara yang Membangunkan
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Suara yang membangunkan kita setiap pagi, seharusnya adalah suara azan. Suara inilah yang seharusnya menggerakkan semua ibadah dan pekerjaan. Gerak-gerik kita pada hakikatnya adalah panggilan Tuhan. Itu hanya benar-benar terjadi jika kita mampu mendengar “panggilan”.

MUKJIZAT TERBESAR ADALAH PERJUMPAAN DENGAN TUHAN

image: “the miracle of quran”

Mukjizat Terbesar adalah Perjumpaan dengan Tuhan
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Allah itu wujud mistik. Begitu mistiknya, sehingga orang-orang pesimis bisa berjumpa dengan-Nya saat masih hidup. Begitu putus asanya, sampai-sampai berharap mati dulu baru bisa berjumpa. Itupun tidak segera berjumpa. Tapi suatu hari nanti, masih sangat jauh dan lama. Di akhirat sana. Padahal Allah Maha Hidup. Ada dimana-mana. Sejak awal sampai akhir. Kok harus mati dulu baru ketemu.