Category: Articles

TERDENGAR “RINDU” MEGGY Z DALAM TAKBIR IDUL ADHA

Terdengar “Rindu” Meggy Z dalam Takbir Idul Adha
Oleh Said Muniruddin | Rector The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Mungkin karena masih suasana lebaran. Tetangga kami seperti sedang merasakan bahagia lebih dari biasanya. Mereka ini semacam “happy people”. Kalau nyetel musik kedengaran satu dusun. Mungkin itu cara mereka bahagia. Sebaliknya, cara kami mendapatkan pahala sabar, sekaligus sakit kepala.

POSISI ‘AQAL DALAM HUKUM ISLAM

Posisi ‘Aqal dalam Hukum Islam
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Mazhab-mazhab dalam Islam sepakat, Al-Quran dan Sunnah merupakan sumber utama hukum Islam. Disamping juga ada Ijmak (kesepakatan para ahli). Lalu dimana posisi ‘Aqal?

“SUDAH BERAPA LAMA KITA MATI?” (MENGHIDUPKAN PARADIGMA MAKRIFAT DALAM DUNIA AKADEMIK)

 

“SUDAH BERAPA LAMA KITA MATI?”
(Menghidupkan Paradigma Makrifat dalam Dunia Akademik)

Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Tahun demi tahun terus berjalan. Usia semakin bertambah. Ada yang mau pensiun. Alih-alih bertanya sudah berapa lama hidup; pertanyaan sebenarnya adalah: “Sudah berapa lama kita mati?”

TEUNGKU SYIAH KUALA DAN NURUDDIN AR-RANIRY BERGURU PADA DUA HABIB INI

Teungku Syiah Kuala dan Nuruddin Ar-Raniry Berguru Kepada Dua Habib ini
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Adalah Syeikh Abdurrauf bin Ali Al-Fansury (1615-1693 M) dan Syeikh Nuruddin Muhammad Jailani bin Ali Ar-Raniry (1500an-1658 M). Kedua “profesor” ini memiliki kontribusi dalam berbagai bidang ilmu. Mereka menjadi rujukan banyak ulama di Nusantara dan Asia Tenggara. Ketokohan mereka diabadikan menjadi nama dua perguruan tinggi negeri di Darussalam, Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar-Raniry.

KASIH SAYANG-NYA MELAMPAUI GOMBALMU

Kasih Sayang-NYA melampaui Gombalmu
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Siang ini kudekati istriku. Kubisikkan sesuatu yang baru: “Sayang.. sekiranya semua suami yang ada di dunia, beserta seluruh kasih sayang mereka kepada istri-istri mereka dikumpulkan jadi satu, masih kalah jauh dengan kasih sayangku kepadamu”.

SCHOOL DAY 1: “INI BUDI”

School Day 1: “Ini Budi”
Oleh Said Muniruddin

“INI BUDI.” Masih teringat sekali, pelajaran pertama membaca waktu SD dulu. “Ini Budi, ini Ibu Budi, ini Ayah Budi…”. Semua tentang Budi. Berhari-hari, berminggu, berbulan-bulan ngurusi si Budi. Tanpa pernah sekalipun kami diperkenalkan yang mana Budi. Begitulah metode pengajaran kita. Disuruh hafal dan baca. Tanpa tau realitasnya!

SUFI ITU ‘MISKIN’

Sufi itu ‘Miskin’
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Ada orang yang beranggapan, bahwa sufi itu kumpulan orang-orang fakir, miskin dan putus asa. Mungkin tidak salah. Sebab, bisa jadi saat itu ia sedang melihat banyak orang miskin dan stress dalam kelompok itu. Seperti orang luar melihat Islam sebagai agama orang-orang tertinggal dan bodoh. Mungkin potret yang terlihat adalah sekelompok muslim yang memang sedang begitu. Sementara Islam sejati tidak punya tempat untuk kemiskinan dan kebodohan. Sufisme sejati juga begitu. Tidak toleran dengan kemiskinan dan keterpurukan.

MENCARI IMAM YANG DIDENGAR TUHAN

Mencari Imam yang Didengar Tuhan
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Suatu ketika, ada seorang qari. Suaranya bagus sekali. Irama tilawahnya sangat memukau. Semua shalat yang dipimpinnya, senantiasa menuai decak. Lantunannya itu lho!

SHALAT HAKIKAT

Shalat Hakikat
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Shalat merupakan bentuk “komunikasi” kita dengan Allah. Komponen utamanya “khusyuk”. Khusyuk artinya fokus, “berhadapan wajah”, “kehadiran hati”,  atau “ketersambungan ruhani” (ketersambungan ruhani kita yang rendah dengan Ruhani di atas Ruhani, dengan Nurun ‘ala Nurin, dengan Dia sendiri -QS. An-Nur: 35).

DARI ALIF BA KE WUJUD TANPA HURUF DAN SUARA

Dari Alif Ba ke Wujud Tanpa Huruf dan Suara
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Cinta berawal dari mendengar dan membaca beragam kisah tentang-Nya, ayat demi ayat. Kalau benar-benar cinta, anda akan berusaha merebut hati, dengan cara memanggil merayu-Nya. Kalau berkenan dan suka, Dia pasti hadir. Kalau sudah hadir dan bertemu; anda pasti tersenyum bahagia, menangis terharu. Bahkan bisa pingsan dalam sunyi.

KARAMAH AULIYA (2019)

Karamah Auliya (2019)
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “Dekat api pasti panas. Kalau tidak panas, itu bukan api. Dekat Allah pasti keramat. Kalau tidak keramat, itu bukan Allah.” Itu logis, hukum alam biasa.

SPIRITUALITAS INDONESIA: PANCASILA ITU “SHALAWAT”

Spiritualitas Indonesia: Pancasila itu “Shalawat”
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Kali ini kami akan membuka sedikit rahasia tentang Pancasila. Anda harus paham substansinya. Kalau tidak, pasti linglung dalam bernegara. Sebab, banyak dari kita seperti kehilangan relasi antara agama dan negara. Seolah-olah, Islam dan Pancasila dua hal berbeda.

AL-QUR’AN TURUN SEKALIGUS, YANG BERTAHAP ITU PENYAMPAIANNYA

Al-Qur’an Turun Sekaligus, yang Bertahap itu Penyampaiannya
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Alquran yang “turun” kepada Muhammad semacam software yang di install ke komputer. Semuanya, sekaligus. Tidak berhuruf. Tidak bersuara. Aktual penyampaian (pembacaan lahiriah ayatnya) baru dilakukan secara berangsur-angsur, sesuai konteks kejadian, sebab dan kebutuhan.

SIAPA YANG ‘MENUSUK’ JOKOWI?

Siapa yang ‘Menusuk’ Jokowi?
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “Suatu ketika dalam mukasyafahnya Khwajah Ubaidillah Al-Ahror qs (1404–1490) mendapatkan penglihatan (vision) untuk menguatkan agama Allah. Tugas berat ini memerlukan dukungan kekuasaan politik yang mengatur kehidupan bermasyarakat. Beliau qs mendatangi Samarkand untuk menemui Mirza Abdullah bin Mirza Ibrahim bin Shahrukh penguasa kota tersebut.