Category: Articles

19 DAN 21 RAMADHAN

19 & 21 RAMADHAN
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Sahabat nabi, sayyidul ‘arabi, imamul muttaqin, amirul mukminin, pemilik wajah paling mulia yang meruntuhkan benteng Yahudi, ditebas oleh Abdurrahman pada 19 Ramadhan 40 H.

DUKHAN DAN AJARAN KETAKUTAN

Dukhan dan Ajaran Ketakutan
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Di awal Ramadhan, banyak warga yang diam-diam membeli sampai 10 karung beras, dan menimbun berbagai bahan pokok lain dalam jumlah besar. Untuk dirinya sendiri. Katanya persiapan “Dukhan”, sebagaimana viral dalam ceramah beberapa ustadz. Asap ini, setelah ayat dan hadis di goreng sedemikian rupa, disimpulkan akan datang pada Jum’at pertengahan Ramadhan 2020.

INI BUKAN ZAMANNYA LAPAR, TAPI WAJIB LAPAR

Ini Bukan Zamannya Lapar, Tapi Wajib Lapar
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Hari ini, jumlah orang yang mati karena kenyang, lebih banyak daripada yang mati karena lapar. Pada 2010 misalnya, obesitas telah membunuh 3 juta orang. Sedangkan kelaparan bersama gizi buruk hanya menewaskan 1 juta jiwa. Data 2014 menunjukkan hal tak kalah mengejutkan. Lebih dari 2,1 milyar penduduk bumi mengalami kelebihan berat badan. Sementara penderita gizi buruk kurang dari setengahnya, 850 juta orang. Tak tanggung-tanggung, setengah penduduk bumi diprediksi akan menderita obesitas pada 2030 (Y.N. Hariri, 2015, hal.6).

KOMPILASI KAJIAN TENTANG PUASA

image: saidmuniruddin.com

Kompilasi Kajian tentang Puasa
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya, berikut 23 catatan tentang puasa, yang pasti akan menambah energi kita pada Ramadhan ini.

KITA AKAN DIGANTIKAN

image: “kita harus memperbaiki diri”

Kita Akan Digantikan
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Sebelum munculnya adam (manusia) yang kita kenal, telah ada spesies adam (manusia) lain. Seperti Homo Neanderthal, Homo Erectus, Homo Soloensis, Homo Floresiensis, Homo Denisova, Homo Rudolfensis, Homo Ergaster dan lainnya. Lalu mereka dimusnahkan alam, sebagaimana terindikasi dalam Alquran: “akibat perilaku merusak dan menumpahkan darah.”

WAHDATUL WUJUD

image: “penyatuan” api dengan besi.

Wahdatul Wujud
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Bisakah kita “melihat”, “berjumpa”, “terhubung”, “nyambung”, “merasakan” “terkoneksi”, “kembali”, atau “menyatu” dengan Allah?

SETELAH CORONA, KORUPSI

image: republika.co.id

Setelah Corona, Korupsi
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Suatu ketika kami duduk dengan seorang ‘arif. Waktu itu Corona baru terlacak hadir ke Indonesia. Baru menginfeksi satu dua orang saja. Secara nasional sama sekali belum ada pikiran tentang lockdown, social distancing, realokasi anggaran, dan tanggap darurat sejenis lainnya. Semua masih menyimak apa yang sedang terjadi. Bahkan menteri dan presiden pun masih senyum-senyum, seperti tidak terjadi apa-apa.

SEORANG WALI BERKATA: “LATAIF DUNIA TELAH TERGANGGU!”

image: “ya lathifu lam tazal”

Seorang Wali Berkata: “Lataif Dunia telah Terganggu!”
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

Penguasa dunia makin jahal
Tindak tanduk elit makin bebal
Pebisnis begitu rakus balikin modal
Ceramah agamawan pun tak kalah brutal
Apalagi intelektual, makin binal
Iya, kemanusiaan kita tinggal sejengkal
Alam ini seperti menuju kehancuran total

AYO, LOCKDOWN!

image: “Lockdown” (Dayah Sufimuda, 29 Februari – 08 Maret 2020)

Ayo, Lockdown!
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Melihat pola penyebarannya, dapat disimpulkan. Corona adalah jenis wabah, yang kalau kita keluar rumah dan berada di kerumunan pasti tertular (dan menularkan). Pasti. Penyakit inipun punya karakter membunuh. Masalah mati atau tidak, tergantung imun tubuh. Maka sebelum kuburan masal digali, tidak ada obat yang paling efektif, selain mengurung diri. Atau apa yang sekarang dipopulerkan dengan lockdown, social distancing, dan juga isolasi mandiri.

HATI-HATI, CORONA MENYEBAR MELALUI WA

image: “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat”

Hati-Hati, Corona Menyebar Melalui WA
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Awalnya tidak ada yang khawatir akan terkena corona, sampai kita membaca WA.

APA YANG MEMBUAT ANDA LEBIH ISLAMI?

image: Rapat “islamisasi” kader HMI, Banda Aceh (10/03/2020)

Iman, Ilmu dan Amal
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Kalau sekedar beriman (percaya) adanya Tuhan, semua agama percaya itu. Mulai dari pendeta, rahib sampai ulama selalu berkhutbah tentang itu. Walau tak satupun pernah melihat bahkan berbicara dengan Tuhan yang dihafal-hafal itu.

LAGI NONTON TV ATAU NONTON JOKOWI?

Lagi Nonton TV atau Nonton Jokowi?
Oleh Said Idris Athari Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Suatu hari. Di sebuah warung kopi, di Aceh. Terjadi dialog antara Teungku Wahed dengan Teungku Shufi. Keduanya sedang duduk di depan tv. Kebetulan waktu itu sedang pelantikan Jokowi sebagai Presiden RI.

BUKAN MENJADI PEMIMPIN, TAPI MENJADIKAN ALLAH SEBAGAI PEMIMPIN

image: 73th HMI, 5 Februari 1947 | 2020

Bukan menjadi Pemimpin, Tapi menjadikan Allah sebagai Pemimpin
Oleh Said Muniruddin | Presidium MW KAHMI Aceh (Penulis Buku Bintang ‘Arasy)

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Merujuk pada angka kelahiran 5-2-1947 dan usia HMI yang ke 73, kami ingin menyampaikan tiga pesan:

MERAJUT SAINS YANG TERKOYAK

image: azquotes.com

MERAJUT SAINS YANG TERKOYAK
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.  Dunia cenderung menempatkan metafisika sebagai “the second knowledge.” Sehingga, orang-orang terhambat untuk masuk ke ranah niskala (alam gaib). Disatu sisi, dunia memang maju secara ekonomi dan teknologis. Tapi juga galau dan eksploitatif. Sebab, kita tidak begitu terhubung dengan puncak dari mata rantai wujud yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Ada cacat besar dalam paradigma kelimuan yang menyebabkan sains metafisika menjadi asing, terpisah dari dunia empiris.