Category Archives: Overviews

AKIBAT DARI ‘SEDIKIT’

image: “illa qalila”

Akibat dari ‘Sedikit’ (Illa Qalila)
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Sedikit saja pertanyaan riset tentang gejala-gejala empiris dalam masyarakat dan alam (yang notabenenya adalah juga “urusan Tuhan”) diajukan, Allah bisa membuat seseorang dengan ilmu yang sedikit itu jadi profesor. Bagaimana kalau seseorang bertanya tentang ruh lalu memperoleh ‘sedikit’ jawaban dari Allah, bisa jadi apa orang itu? Read more…

HAKIKAT GURU

HAKIKAT GURU.┬áKalau sekedar ingin memperbaiki gelombang informasi dalam otak, tak perlu guru. Google saja sudah lebih dari cukup untuk itu. Tapi yang dapat menyambungkan jiwa kita dengan Allah siapa? Karena fungsi itulah yang tidak dipunyai Google dan kitab-kitab pengetahuan lainnya. Harus ada “nabi” (atau para pewarisnya) yang mengambil peran ini. Sebab, kalau sekedar bersandar kepada kitab semacam injil, zabur atau taurat; itu banyak beredar di Arab pada zaman nabi. Tapi yang dibutuhkan adalah seorang guru pembawa wasilah, guna mentransfer Kalimah Allah yang asli dalam qalbu. Sebenarnya, pola hidup manusia sepanjang zaman selalu sama: bertugas mencari ‘nabi’. Jangan berhenti pada kecerdasan (kebodohan) yang sudah ada. Temukan ruhnya Gaes!

ESENSI DARUSSALAM

ESENSI DARUSSALAM. Unsyiah dan UIN Arraniry, kalau dibangun dengan relasi “syariah”, itu ada hukum-hukum, ada batas-batas, ada hitam putih. “Ini tanah kami, itu tanah kalian”. Sementara, kalau dibangun dengan hubungan “hakikat”, kita semua berasal dari jiwa dan kesadaran sejarah yang sama. “Tanahku kan tanahmu juga.” Relasi syariat penting, meskipun mudah menimbulkan ketegangan. Sementara relasi hakikat yang toleran hanya bisa dibangun dengan kecerdasan emosi dan spiritual yang tinggi. Perlu usaha untuk terus menerus menyelaraskan berbagai pola hubungan agar tercipta negeri yang damai, “Darussalam”.

IDUL GHADIR

IDUL GHADIR (18 Dzulhijjah 10 H). Selamat hari kewalian dan kesempurnaan Alquran. Semoga spirit nubuwwah melalui para awliya Allah terus menyinari kita sampai akhir zaman. Alquran sebagai “teori suci” baru dikatakan sempurna manakala ia mampu melahirkan the leaders, “pribadi-pribadi maksum” paska kenabian (dalam berbagai terminologi disebut imam, wali mursyid, dsb). Itu yang membuat Alquran aktual sepanjang zaman, dimana teks tidak pernah terpisah dari orang. Sebab, Alquran (baca: Adz-dzikr) yang otentik wajib menyatu dalam dada seseorang. Yang dengan itu wajahnya memancarkan Karamah, sehingga tak pernah bisa ditiru (dikalahkan) syaitan.
—————————
Hadis Idul Ghadir turut diriwayatkan dalam Musnad Ahmad bin Hambal, Mustadrak Alhakim, Sunan At-Tirmidzi, Khashaish An-Nasai, Mafatih Ghaib imam Fakhrurrazi, Dur Mansur imam Jalaluddin Suyuthi, Sunan Ibnu Majah, Tarikh Ibnu Katsir, Fath Albari Ibnu Hajar, Mukaddimah Ibnu Khaldun, Sirr Alamin Abu Hamid Alghazali, dll (image:).