DEMOKRASI WUJUDIYAH

image: thefridaytimes.com

Demokrasi Wujudiyah
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM.

“Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”, itu prinsip kesatuan wujud yang paling sederhana. Walaupun secara partikular ada banyak wujud (actor) yang melakoni berbagai kejadian dalam sebuah kosmologi demokrasi, semua diakui sebagai gerak tunggal dari rakyat. Namun prinsip wujudiyah seperti ini bernilai materialisme. Sebab menisbahkan kekuatan iradah pada elemen materi kerakyatan semata. Read more…

EKONOMI MAKRIFAH

image: mulimdaily.net

EKONOMI MAKRIFAH. “Ekonomi syariah itu ekonominya para pedagang. Ekonomi yang merasa bahwa dirinya adalah pemilik dari sebuah sumberdaya. Dasarnya hitung-hitungan. Kalau sudah cukup hitungan, baru ada haknya Tuhan. Pedagang memang begitu, persis orang shalat yang tujuannya cari syurga, maunya laba saja. Dan ini berbeda dengan ekonomi makrifah, ekonominya orang-orang yang bersyukur. Pada ekonomi makrifah, yang benar-benar eksis secara mandiri hanya Allah. Tak ada lagi kepemilikan pribadi. Apalagi hitung-hitungan. Semua diserahkan kepada Tuhan. Ekonomi kita belum sampai ke tingkat makrifah. Sebab, untuk sampai kesana, para akademisi dan pelaku ekonominya harus sudah lebur (fana) dan kekal (baqa) bersama Allah. Tak ada lagi yang terlihat, selain Dia.” – Said Muniruddin.

FILSUF EKSTRIM KIRI

FILSUF EKSTRIM KIRI. “RG mewakili ekstrim kiri para filsuf yang belum menemukan Tuhan. Sehingga hal-hal bernilai teologis akan selalu menjadi bahan olok-olokan. Ada juga ekstrim kanan dari fuqaha. Merasa paling ber-Tuhan, lalu membangun agama dengan ketakutan setengah mati kepada bid’ah dan neraka. Sufisme memilih jalur tengah: menjalin cinta dan berasyik masyuk dengan-Nya.” – Demikian Sang Guru menjelaskan fenomena sosial keagamaan kita.

MENGENAL 3 JENIS TASAWUF

image: FGulen.com

Mengenal 3 Jenis Tasawuf
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”, kata Nabi SAW. Misi irfan atau sufismenya kental sekali: penyempurnaan atau kekeramatan akhlak (makarimul akhlak). Sementara tauhid (akidah) dan syariat (fikih) hanya untuk membentuk dasar-dasarnya saja (dengan cara meyakinkan manusia untuk percaya kepada adanya Allah, lalu memaksa mereka melakukan berbagai ritual fisik untuk menyembah-Nya, walau Allah sendiri tidak pernah bisa dirasakan kehadiran-Nya). Tasawuflah yang mengantarkan itu semua pada bentuknya yang sempurna. Read more…

PESAN-PESAN SPIRITUAL PADA MILAD HMI

image: Gampong Gayo Coffee, Limpok, Banda Aceh (5 Februari 2019)

Pesan-Pesan Spiritual pada Milad HMI
Oleh Said Muniruddin | Presidium MW KAHMI Aceh (Penulis Buku Bintang ‘Arasy)

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Merujuk pada angka kelahiran 5-2-1947 dan usia HMI yang ke 72, kami ingin menyampaikan tiga pesan: Read more…

TAHLILAN

TAHLILAN. Dimana saja terduduk, apakah dalam gelap atau terang, senantiasa memperbanyak dzikir: “La ilaha illa Allah.”

AWANPUN BERTASBIH

image: Pantai Kampung Jawa, Banda Aceh (17 Januari 2019).

AWANPUN BERTASBIH, menyebut nama-Nya. “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (QS. Al-Isra: 44).

DULU DAN SEKARANG

KATA GURU: “1000 gelas anggur tidak akan memabukkan, sampai engkau meminumnya. Pun 1000 kitab yang kau baca tidak akan membawamu kepada Tuhan, sampai engkau bersedia menempuh jalan.”

ASPEK KOMUNIS DAN LIBERAL DALAM AGAMA

image: QS. Al-Baqarah 143

Aspek Komunis dan Liberal dalam Agama
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “Macam komunis kita ya”, kata seorang ulama kharismatik, beberapa waktu lalu saat mendengar fatwa-fatwanya. Ini dilontarkan sambil tertawa, ketika menengahi berbagai doktrin dan praktik beragama yang mengikat. Read more…

TIDAK BOLEH, KECUALI YANG BOLEH

image: forbidden fruit (foap.com)

Tidak Boleh, Kecuali yang Boleh
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Tema hidup kami untuk 40 hari ke depan: “Tidak boleh, kecuali yang boleh”. Ini semacam kembali ke asas tauhid: “Tidak boleh menuhankan apapun, kecuali Allah.” Itulah hakikat puasa ini, menahan diri dari yang tidak boleh. Kalau boleh, sikat aja. Read more…

ASAL USUL TAREKAT DAN TASAWUF

image: RT Barren

Asal Usul Tarekat dan Tasawuf
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Seringkali murid-murid Sayyidi Syeikh Ahmad Sufimuda mengantarkan makanan dan hadiah lainnya kepada beliau. Persembahan-persembahan itu terlihat sempurna. Namun beliau kasyaf, memiliki sinyal petunjuk dari Allah. Hanya yang benar-benar disajikan dengan ikhlas yang ia makan/terima. Read more…