ALLAH MASIH SAYANG DENGAN BANGSA INI

image: detik.com (senin, 21/10/2019)

Allah Masih Sayang dengan Bangsa ini
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

Allah masih sayang dengan bangsa ini. Dia masih bersedia menunjukkan kebodohan kita. Bayangkan, kalau kita dibiarkan terus dalam kebodohan. Hancur kita semua. Read more…

SEKULARISME IBADAH

Sekularisme Ibadah
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Jika anda percaya bahwa manusia adalah makhluk yang mampu menyatu dengan lumpung busuk semacam air, api, udara dan tanah. Lalu apa susahnya sih untuk percaya kalau manusia juga mampu menyatu dengan substansi suci Allah ta’ala? Read more…

SEAKAN-AKAN MELIHAT ALLAH

image: “seakan-akan melihat Allah”

Seakan-akan Melihat Allah
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Ihsan adalah, beribadah seakan-akan melihat Allah. Ibadah yang tidak sampai pada tingkat ihsan, tertolak. Sebab, ihsan itu adalah khusyuk (Allah hadir, dilihat saat beribadah). Read more…

APA YANG DUFLO SEMBUNYIKAN? (Kritik Terhadap Disertasi Peraih Nobel Ekonomi 2019)

image: Esther Duflo dan suaminya Abhijit Banerjee, dua dari tiga Nobel Prize winners in economics tahun 2019 (thejakartapost.com)

APA YANG DUFLO SEMBUNYIKAN?
(Kritik Terhadap Disertasi Peraih Nobel Ekonomi 2019)
Oleh Said Muniruddin I Dosen | Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

SAYA terpaksa menggunakan kata “sembunyikan” pada judul diatas. Sebab, ada sesuatu yang tidak diungkapkan peneliti ekonomi Amerika kelahiran Perancis yang berusia 46 tahun yang baru saja menerima Hadiah Nobel itu. Read more…

PUASA ADAM

image: “khuldi”

Puasa Adam
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Dunia ini taman syurga. Apa yang tidak ada. Semua tersedia. Kalau mau silakan ambil. Bersenang-senanglah. Nikmati sesuka hati. Makan saja. Read more…

SYAHADAH, OUTPUT DZIKRULLAH

image: “khusyuk di bawah cahaya senja”

Syahadah, Output Dzikrullah
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Apa yang kita sebut “syahadat” itu adalah dzikir. Bukan show dzikir an sich yang lagi marak dimana-mana. Tapi sebuah bentuk ritual tazkiyatunnafs dengan metodologi khusus (tariqah) dibawah bimbingan guru spiritual yang bersanad dan karamah. Karamah artinya sudah mendapat otorisasi, turunnya qudrah dan iradah Allah. Tariqah yang benar pasti dapat mempertemukan kita dengan Allah. Pasti. Read more…

MUNAJAT QURANI

MUNAJAT QURANI
Refleksi pada Penutupan MTQ Aceh XXXIV 2019 di Pidie

Oleh: Said Muniruddin I Dewan Hakim MTQ Aceh XXXIV 2019

Ya Allah…
MTQ telah usai, bantulah kami agar Al-Quran melampaui perlombaan. Jadikan Al-Quran ”cahaya”, yang menerangi jalan kehidupan. Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat. Jalannya para nabi, auliya, syuhada was-shalihin. Read more…

1000 BALON HIJAIYAH MENERANGI LANGIT PIDIE

1000 BALON HIJAIYAH MENERANGI LANGIT PIDIE
Catatan Eksklusif Pembukaan MTQ Aceh ke-34
Oleh Said Muniruddin I Supervisor I Guntomara “Islamic Art & Architecture”

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Sehari menjelang malam pembukaan MTQ, langit gelap. Disusul hujan deras yang mengguyur kota Sigli. Beberapa sudut taman arena utama ikut basah dan sedikit tergenang. Sampai sore besok, rintik-rintik masih berjatuhan. Panitia lokal yang telah bekerja selama berbulan-bulan mulai was-was. Semua berdoa. Demikian juga kami, tidak henti-hentinya memandang langit seraya berharap: Read more…

KEKUATAN KEYAKINAN

image: “splitting the red sea”

Kekuatan Keyakinan
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Tidak ada yang tidak bisa. Semua bisa kita lakukan. Itu namanya “keyakinan”. Pada hakikatnya, Tuhanlah yang bisa melakukan segalanya, bukan kita. Maka memiliki persepsi yang kuat, atau “yakin” bisa, merupakan bentuk leburnya kita dalam dimensi ketuhanan yang serba bisa. Read more…

CACAT BAWAAN SYARIAT

image: “sah dan diterima”

Cacat Bawaan Syariat
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Sejak lahir, syariat punya satu cacat bawaan yang tidak bisa diobati, kecuali dengan tarekat (makrifat). Cacatnya adalah, setelah mengatakan harus begini harus begitu, benarnya begini benarnya begitu, syariat tidak bisa memastikan apakah ibadah tersebut diterima atau tidak oleh Allah. Sehingga muncul bahasa, “Kita hanya berusaha, diterima atau tidak, itu urusan Allah”. Sangat spekulatif! Read more…

AKIBAT DARI ‘SEDIKIT’

image: “illa qalila”

Akibat dari ‘Sedikit’ (Illa Qalila)
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Sedikit saja pertanyaan riset tentang gejala-gejala empiris dalam masyarakat dan alam (yang notabenenya adalah juga “urusan Tuhan”) diajukan, Allah bisa membuat seseorang dengan ilmu yang sedikit itu jadi profesor. Bagaimana kalau seseorang bertanya tentang ruh lalu memperoleh ‘sedikit’ jawaban dari Allah, bisa jadi apa orang itu? Read more…

KHUTBAH REFLEKTIF

KHUTBAH REFLEKTIF. “Semua kita punya dosa, termasuk khatib. Bahkan dosa para khatib lebih besar dari dosa jamaah. Karena apa yang diceramahin ke orang-orang belum tentu dikerjakannya”. Demikian salah satu potongan khutbah reflektif hari ini. Jarang kita dengar seorang khatib (atau ustadz) yang mengajak jamaah sambil menyentil diri sendiri. Kiban menurut khatib-khatib laen? – Masjid Almizan FEB Unsyiah, Jumat, 6 September 2019.

HAKIKAT GURU

HAKIKAT GURU. Kalau sekedar ingin memperbaiki gelombang informasi dalam otak, tak perlu guru. Google saja sudah lebih dari cukup untuk itu. Tapi yang dapat menyambungkan jiwa kita dengan Allah siapa? Karena fungsi itulah yang tidak dipunyai Google dan kitab-kitab pengetahuan lainnya. Harus ada “nabi” (atau para pewarisnya) yang mengambil peran ini. Sebab, kalau sekedar bersandar kepada kitab semacam injil, zabur atau taurat; itu banyak beredar di Arab pada zaman nabi. Tapi yang dibutuhkan adalah seorang guru pembawa wasilah, guna mentransfer Kalimah Allah yang asli dalam qalbu. Sebenarnya, pola hidup manusia sepanjang zaman selalu sama: bertugas mencari ‘nabi’. Jangan berhenti pada kecerdasan (kebodohan) yang sudah ada. Temukan ruhnya Gaes!

QUANTUM IKHLAS

image: freeislamiccalligraphy.com

Quantum Ikhlas
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Ikhlas secara lughawi (bahasa) artinya “murni” atau “tidak bercampur”. Tidak ada unsur selain Allah. Maknanya, kesadaran kita untuk berfikir dan bertindak berasal dari dimensi immaterial yang hakiki, bukan sekedar mengikuti mood kimiawi atomik atau feeling bawah sadar yang sering bercampur rasa was-was. Ikhlas yang sebenarnya hanya bisa dipahami oleh ahli muraqabah. Yaitu orang-orang yang sudah tau apa maunya Allah. Lalu dia memilih untuk murni berserah diri, tunduk patuh, atau semata-mata mengikuti keinginan Allah.

Read more…

ISLAM KARNAVAL

image: Serambi Indonesia (Jum’at, 30/8/2019)

Islam Karnaval
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Judulnya “Islam Karnaval”. Sudah hampir setahun seorang Guru sufi menugaskan kami untuk mengurainya. Tetapi entah kenapa, selalu tertunda. Ide-ide seperti susah mengalir. Padahal, sudah lebih dari 50 judul lain kami lahirkan dalam waktu selama ini. Ternyata, baru hari ini izin menulis “turun” dari langit, setelah membaca sebuah berita di harian Serambi Indonesia. Read more…

FISIKA QUANTUM MEMBENARKAN: DUNIA INI “FANA”

image: “materialitas” atom newtonian vs. “kefanaan” atom quantum (The Biology of Belief, 2015)

Fisika Quantum Membenarkan: Dunia ini “Fana”
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “Fana”, selain diartikan sebagai “tidak kekal” “binasa”, dalam makna yang lebih berani malah dipahami sebagai “hampa”, “kosong”, “fatamorgana” atau bahkan “tidak berwujud”. Read more…

ESENSI DARUSSALAM

ESENSI DARUSSALAM. Unsyiah dan UIN Arraniry, kalau dibangun dengan relasi “syariah”, itu ada hukum-hukum, ada batas-batas, ada hitam putih. “Ini tanah kami, itu tanah kalian”. Sementara, kalau dibangun dengan hubungan “hakikat”, kita semua berasal dari jiwa dan kesadaran sejarah yang sama. “Tanahku kan tanahmu juga.” Relasi syariat penting, meskipun mudah menimbulkan ketegangan. Sementara relasi hakikat yang toleran hanya bisa dibangun dengan kecerdasan emosi dan spiritual yang tinggi. Perlu usaha untuk terus menerus menyelaraskan berbagai pola hubungan agar tercipta negeri yang damai, “Darussalam”.

KALIGRAFI KONTEMPORER

image: TC MTQ Kab. Aceh Barat Daya (Agustus 2019).

Kaligrafi Kontemporer
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Setelah sebelumnya hanya sebatas eksibisi, lomba kaligrafi kontemporer akhirnya dihalalkan pada MTQN 2016 di NTB. Sejak saat itu, ayat-ayat yang sebelumnya dikenal “kaku” dan “suci” mulai berkembang ke arah penulisan yang lebih lues dan bahkan ‘angker’. Read more…