AKSENTUASI NILAI-NILAI ILAHIYAH DALAM GERAK ORGANISASI (TESTIMONI)

image: Intermediate Training HMI Cabang Kota Jantho, 23 April 2018 (foto by Eka).

Aksentuasi Nilai-Nilai Ilahiyah dalam Gerak Organisasi (Testimoni)
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Puncak dari segala tujuan adalah perjumpaan dengan Allah swt. Berorganisasi juga untuk mencapai itu. Jika dalam hidup ini kita tidak menemukan (merasakan) kehadiran Tuhan, berarti gerak kita adalah gerak mundur. Maka sedari awal, setiap kader dan aktifis harus dibimbing guna menyadari akan dimensi Wajah Tuhan (Ridha Allah) yang harus didapatkan dalam segala lini perjuangan.

Materi berjudul “Aksentuasi Nilai-Nilai Ilahiyah dalam Gerak Organisasi” ini disampaikan pada LK-II Tingkat Nasional HMI Cabang Kota Jantho, 23 April 2018/ 8 Sya’ban 1439 H. Berikut testimoni peserta.

***

“Ahamdulillah, sungguh bersyukur ane bisa LK-2 di Aceh. Allah telah mempertemukan ane pada kakanda. Ane terasa bersyahadat lagi. Misi abstrak yang kubawa dari rumah telah Allah berikan melalui kakanda” – Chusnul Mubarok, Jakarta Barat.

“Selama forum berlangsung, saya merasa merinding dengan apa yang kanda sampaikan. Mulai dari dihidupkannya vidio berlafazkan astagfirullah, saya seperti ingin mengeluarkan air mata karena teringat dosa yang pernah saya lakukan. Nah, pada saat membentangkan tangan ke atas bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, saya merasa ada aura yang berbeda dalam diri saya. Bershalawat seperti itu membuat saya begitu fokus.” – Yaqaizun Walfaizan, Blangpidie.

“Saya merasakan bahwa selama di forum, ini materi yang paling bagus. Mulai dari isi materi sampai kepada penjelasannya. Tapi berhubung ilmu saya masih sedikit, saya merasa ada yang belum masuk ke dalam logika saya. Tapi kalau di pahami, itu memang benar. Membahas tentang “HMI adalah Allah”, saya mulai lebih memahami bahwa HMI ada untuk menciptakan para khalifah di muka bumi.” – Muhammad Sukri, Medan.

“Hari ini tanggal 23 April, Allah mempertemukan saya lagi untuk yang kedua kalinya dengan kanda Said Muniruddin. Suatu kebanggaan bagi saya bertemu dengan senior yang masih loyal dengan HMI. Dan pun hari ini, saya mendapatkan ilmu yang banyak serta sangat bermanfaat dari beliau. Dengan penjelasan dari kanda Said tentang HMI, saya lebih mengenal apa itu HMI serta hakikat tujuannya. Selain itu, adinda juga mendapatkan ilmu lain, ilmu mengenal Tuhan.” – Mhd. Azmi, Blangpidie.

“Semoga Allah memberkahi semua yang saya pelajari hari ini. InsyaAllah kanda, kalau ada waktu saya ingin mengetahui lebih dalam tentang hakikat tujuan HMI tadi.” – Muhammad Alfarisyi, Jantho.

“Menurut saya materi yang abangda sampaikan ringan sekali, mudah dipahami. Materi ini sedikit membuka gambaran tentang buku Bintang ‘Arasy, yang jujur saya katakan, buku itu belum saya sentuh karena minimnya pegangan dalam berilmu. Tujuan HMI pada hakekatnnya adalah Allah, dan ber-HMI adalah perjalanan untuk kembali kepada-Nya. Namun untuk mencapai tujuan tersebut, kita harus melewati proses yang panjang dalam kendaraan iman, ilmu dan amal. Nah, implementasi ketiga point tersebut harus ada dalam kerangka hablum minnallah dan hablum minnas.” – Sabrina, Lhokseumawe.

“Waktu yang berharga bagi saya ketika bang Said memberikan suatu amalan ilmu dan membuka mindset saya dalam keyakinan kepada Allah SWT dalam cara tujuan ber-HMI, melalui insan cita, masyarakat cita dan cita-cita. Tetapi tidak secepat itu bagi saya untuk memahami bang. Saya harus memiliki suatu pondasi yang kuat agar nantinya mampu mentransformasikan ini kepada kader-kader yang ada di Cabang Bandar Lampung.” – Ramanda Ansori, Bandar Lampung.

“Dari Materi yang kanda jelaskan tadi, jika seseorang memang betul-betul sudah khusyu’ maka Allah akan mencintainya. Samakah rasa cinta kita sebagai seorang manusia dengan rasa cinta Allah?” – Bateli, Jantho.

“Ilmu yang kakanda berikan membuat saya semakin bangga menjadi kader HMI. Karena HMI itu bertujuan untuk Allah. Bahkan ada Asma Allah pada HMI. Terima kasih kakanda. Sebelumnya saya sempat merasa HMI tidak begitu berarti. Namun penjelasan yang kakanda berikan membuat saya semakin bersemangat untuk ber-HMI. Saya ingin meminta copy-an slide yang kakanda tampilkan. Karena saya ingin mengajarkan ilmu ini kepada kader-kader di Sidimpuan sebagai oleh-oleh dari LK-2 ini.” – Jamiah, Padangsidimpuan.

“Penilaian saya, cara kanda memaparkan materi tadi sangat bagus dan menarik. Dan juga menyadarkan kami dari kelalaian terhadap perintah Allah, terutama diri saya sendiri yang terkadang masih sering melalaikan perintah-Nya. Ilmu yang kanda berikan tadi sangat berkesan bagi diri saya.” – Maryulis, Jantho.

“Sangat luar biasa. Materi tersebut membawa saya merasa bahwa Allah swt dekat dengan saya. Dan saya menyadari akan kehinaan saya dihadapan Allah swt karena dosa yang begitu banyak.” Aulia Prasetya, Jantho.

“Kita sering lupa membaca basmalah dan berserah diri kepada Allah SWT ketika mengerjakan sesuatu. Bahkan kita tidak tau jika tujuan HMI itu adalah Allah, dan di dalam HMI itu ada Allah. Mungkin setelah belajar bersama kanda Said, saya pribadi sadar dengan hal itu dan akan berusaha semaksimal mungkin memperbaharui pola pikir dan cara tawakkal saya kepada sang Pencipta. Terima kasih kanda sudah memberikan ilmunya. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan senantiasa bermanfaat bagi orang lain. Amin.” – Ninni Adelina Pulungan, Padangsidimpuan.

“Alhamdulillah, barusan kita sudah selesai membahas sedikit tentang NDP. Dan setelah saya mndengar penjelasan dari kanda tentang tujuan HMI, saya merasakan banyak hal yang harus kita kerjakan sebagai kader untuk mencapai tujuan tersebut. Saya mulai terbuka pikiran untuk melakukan langkah-langkah konkrit untuk mencapai tujuan HMI yang luar biasa ini. Mungkin dilain waktu kita bisa sharing dan berdiskusi lebih banyak lagi. Mohon arahan dan bimbingannya kanda. Yakusa!” – Dede, Banda Aceh.

“Setelah mendengar semua pemaparan, tujuan HMI menjadi sangat jelas. Karena semua perbuatan, sikap dan perjuangan adalah untuk kembali kepada Allah. Kita bisa memahami HMI itu apa, maksud dan tujuannya apa, dan untuk siapa. Semuanya menjadi sangat jelas, bisa kita pahami.” – Marwan Saputra, Padangsidimpuan.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s