MENJADI MALAIKAT

Menjadi Malaikat
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Untuk mengenal (berjumpa) Allah, kita harus terlebih dahulu mengenal (berjumpa) malaikat. Karena itulah jalur makrifat.

Dalam tasawuf irfani, beragama adalah proses menjadi malaikat. Sebab, tidak ada yang sampai kepada Allah, kecuali unsur “nur”-Nya sendiri. Itulah mengapa, perjalanan ke alam spiritual terbagi-bagi. Anda dididik mursyid untuk terlebih dahulu menjadi ahli tasbih di alam malakut. Sebelum menyatu dengan alam rabbani. Anda harus jadi malaikat kalau ingin berjumpa Allah. Sebab, cuma itu makhluk yang punya ‘sayap’ (ruh) untuk terbang (transenden) ke hadirat-Nya. Cuma itu makhluk yang punya kemampuan untuk menempati langit-Nya. Cuma itu makhluk yang bisa melihat masa depan (kasyaf).

Itulah esensi proses “penyucian diri” dalam Islam (tazkiyatun nafs). Proses menjadi makhluk-makhluk suci. Menjadi malaikat. Menjadi dekat, merasakan kehadiran, dan bahkan “bercakap-cakap” dengan Allah. Karena kemampuan-kemampuan ini maka para malaikat pantas diberi tugas untuk mengatur (mengelola alam). Menjadi khalifah-Nya. Menjadi penghulu alam. Menjadi pusat dari kesadaran kosmik. Dimana kiamat tidak akan terjadi selama masih ada para ahli dzikir yang sangat kompeten ini.

Anda pasti bingung dengan penjelasan kami. Itu wajar. Sebab, anda sudah terlalu lama menyibukkan diri untuk menghafal-hafal nama malaikat. Bukannya larut dalam proses pembersihan diri. Menjadi malaikat itu sendiri.

Anda harus tau. Anda itu makhluk paling sempurna yang pernah Allah ciptakan (QS. At-Tin: 4). Makhluk makrokosmos. Makhluk “all in one”, serba meliputi. Makhluk yang bisa menjadi apa saja. Menjadi iblis ataupun malaikat, itu hanya pilihan saja.

Anehnya. Anda beriman kepada malaikat. Tapi tidak punya keyakinan untuk menjadi itu. Itulah masalah anda, sehingga secara spiritual tidak maju-maju. Itu masalah kami juga, sebelum berjumpa Sayyidi Syeikh Ahmad Sufimuda.

Sebagai penutup, kami menyampaikan. Rukun iman itu dahsyat sekali. Jika didekati dengan quantum hakikat (proses tarikat). Sebuah metode yang akan membuat anda lebur menjadi sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Disitulah anda akan benar-benar mengenal diri. Anda adalah (tajalli dari kekuatan-kekuatan malakutiyah) Dia itu sendiri.

LEBIH LANJUT, BACA: “MENGENAL MALAIKAT”. 

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****
___________________
powered by PEMUDA SUFI:
Bahagia, Kaya dan Terpelajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s