MENGAPA MASIH ADA PLONCO?

image: kaskus.co.id
image: kaskus.co.id

MENGAPA MASIH ADA PLONCO?
Oleh Said Muniruddin

Perploncoan dalam orientasi pengenalan kampus (ospek) persis seperti sinetron di televisi. Bedanya, di tv adegannya diperankan para aktor dengan setting rumah mewah dan memakai baju rapi. Dalam plonco, baju dan pernak-perniknya sengaja disetting amburadul dan diperankan oleh mahasiswa dibawah terik matahari.

Tapi dua-duanya adalah bentuk sandiwara yang penuh tangis dan tawa, yang menghibur pihak-pihak tertentu. Jangan salahkan kreativitas mahasiswa, karena referensi mereka sinetron dan telenovela.

Pada sisi lain, perploncoan ini juga sebuah refleksi keadaan bangsa. Orang kaya, pejabat, politisi, ulama, dan akademisi tampil begitu gagah dan rapi diatas panggung negara; sementara rakyat dibawah yang sudah begitu lelah dan lusuh terus diplonco dengan berbagai janji, program, ceramah, dan teori.

Jangan terlalu menyalahkan mahasiswa. Mereka cuma meniru perilaku kita.*****