DIALOG USTADZ ALI DAN USTADZ RORIS

image: rawa.org

image: rawa.org

DIALOG USTADZ ALI DAN USTADZ RORIS
Oleh Said Muniruddin

Suatu ketika terjadi dialog dua orang sahabat yang sudah lama tidak berjumpa. Ternyata keduanya telah menjadi ustadz, namun menimba ilmu ditempat berbeda. Yang satu bernama Ali. Satunya lagi bernama Roris.

USTADZ ALI: “Apakah orang-orang seperti Thomas Alfa Edison masuk syurga? Karena lampu temuannya sampai hari ini telah mampu menerangi kehidupan manusia. Masjidil Haram sekalipun terang karenanya.”

USTADZ RORIS: “Tidak! Dia bukan Islam, walaupun baik sekali, dia tidak akan masuk syurga.”

USTADZ ALI: “Ooo… Jadi siapa juga yang boleh masuk surga?”

USTADZ RORIS: “Hanya orang Islam saja yang masuk surga.”

USTADZ ALI: “Apakah semua orang Islam masuk surga?”

USTADZ RORIS: “Ooo tidak. Islam itu pecah. Hanya pecahan Ahlussunnah saja yang masuk surga, pecahan lainnya termasuk Syiah semua ke neraka.”

USTADZ ALI: “Ooo… begitu. Berarti cuma Ahlussunah saja yang masuk surga?”

USTADZ RORIS: “Tidak semua Ahlussunnah ada di surga. Hanya Ahlussunnah yang tidak melakukan bid’ah maulid dan bid’ah ziarah qubur saja yang masuk surga, selebihnya di neraka.”

USTADZ ALI: “Ooo… begitu. Jadi hanya Ahlussunnah yang tidak melakukan bid’ah saja yang masuk surga?”

USTADZ RORIS: “Tidak juga. Dari yang tidak bid’ah itu hanya yang ikut pemimpin kami saja yang berada di surga, lainnya ke neraka.”

USTADZ ALI: “Ooo… begitu. Jadi cuma yang ikut pemimpin kalian saja yang dijamin masuk surga?”

USTADZ RORIS: “Ya tidak semua lah. Hanya yang bersedia melakukan bom bunuh diri saja yang dijamin masuk surga.”

Demikianlah benih “kapitalisme” dalam beragama, habis-habisan memonopoli kebenaran sebagai miliknya saja. Kapitalisme dalam beragama berawal dari sifat kikir, tidak mau berbagi surga: “Seandainya kalian menguasai gudang-gudang rahmat dari Tuhan, pastilah kalian akan menahannya tidak mau berderma. Sesungguhnya manusia sangat kikir” (QS. Al-Isra’: 100).

Kapitalisme inilah yang melahirkan “terorisme”, ajaran yang menakut-nakuti dan mengancam semua manusia selain diri dan kelompoknya berada di neraka. Ajaran ini tumbuh subur dibawah asuhan musuh-musuh agama.*****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s