BANGSA BERJIWA MENYEDIHKAN

image: montrealgazette.com
image: montrealgazette.com

BANGSA BERJIWA MENYEDIHKAN
Oleh Said Muniruddin

Coba lihat bagaimana pertandingan tinju kelas berat di negeri orang. Setelah saling pukul habis-habisan, mata lembam, alis pecah, bibir berdarah-darah; lalu keduanya berpelukan. Tak ada dendam dan fitnah setelah pemenang diumumkan. Mereka saling ridha dengan cara berpelukan, dan pertarungan dianggap selesai. Itu di negeri sana, yang orang-orangnya tak beragama tapi “berjiwa besar.”

Lain halnya di negeri kita. Hujatan, ejekan, cacian, dan makian terhadap pasangan pemenang masih berlangsung hingga sekarang, padahal Pemilu sudah setahun tinggal dibelakang. Inilah kita, bangsa besar tapi “berjiwa menyedihkan.”

Begitu pula kalau kalah dalam sebuah suksesi, sulit sekali untuk menerima. Bukannya mempersiapkan diri untuk memenangkan pertarungan musim depan, tetapi malah membuat kongres tandingan, suksesi gelap, muktamar liar, musda ilegal, atau munas abal-abal.

Begitu tidak ikhlasnya kita terhadap hasil dari sebuah usaha. Belajarlah untuk “berjiwa besar.”*****