BIARKAN AKU MERASAKAN PENDERITAAN MEREKA

image: pinterest.com

image: pinterest.com

Abdullah ibnu Zuharah pernah diajak imam Ali bin Abi Thalib menemaninya makan pada hari raya. Ibnu Zuharah terkejut dengan kesederhanaan menu makanan.

“Tuan, engkau khalifah, orang paling kaya. Aku berharap makanan mewah terhidang di depan kita. Namun apa yang ku lihat?”, kata Ibnu Zuharah.

Imam menjawab, “Ibnu Zuharah, pernah kau dengar kisah raja-raja yang hidup mewah? Di hadapanmu adalah orang yang berbeda. Aku adalah raja yang menjalani kehidupan orang miskin dalam kesahajaan, seperti kuli rendahan.”

Inilah manusia sempurna, berada seimbang diantara dua paradoks. Ia seorang Raja, tapi hidup dengan standar umum rakyatnya.

*****

Pada waktu yang lain, Ibnu Abi Rafi mempertanyakan, “Apakah Allah melarang anda makan makanan yang lebih baik?”.

Imam Ali menjawab, “Aku ingin menyantap makanan seperti yang dimiliki orang termiskin di dae­rah ini. Makananku adalah apa yang mampu dibeli oleh orang-orang paling melarat sehari-hari. Aku akan meningkatkan kualitas makananku, setelah aku berhasil meningkatkan kemakmuran rakyatku. Saat ini biarkan aku menjalani hidup dan merasakan penderitaan mereka”.

————

Sumber: Mathalibus Sual, Allamah Kamaluddin M. Ibn Taha Syafi’i; Sirah Milani dan Musnad Ahmad bin Hambal dalam S.M.A Jafari. 2007. Gold Profile of Imam Ali, hal. 54-55. Pustaka Iman: Depok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s