HIDUPLAH SECARA LEBIH BERANI DARI YANG KAMU JALANI SEKARANG

image: saidmuniruddin.com

Hiduplah Secara Lebih Berani Dari Yang Kamu Jalani Sekarang
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Setelah mengendarai motor selama lebih dari 3 jam dari Tamiang, beliau akhirnya bertemu saya di arena kaligrafi MTQ Provinsi Aceh XXXIII yang berlokasi di aula Dinas Kesehatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

“Saya ingin mendapat motivasi dari abang”, itu kalimat yang beliau sampaikan saat pertama bertatap muka. “Ka gawat”, gumam saya dalam hati. Sepertinya Mario Teguh belum berhasil memotivasi seluruh rakyat Indonesia.

Ternyata kemudian bukan saya yang memberi motivasi ke beliau. Justru saya yang termotivasi memakan durian yang dibelinya di pinggir jalan. Entah berapa jumlah durian yang sudah diisinya dalam kantong plastik. Yang jelas tak habis-habis saya makan. Bahkan tengah malam harus dibantu habiskan oleh kawan-kawan dewan hakim kaligrafi lainnya. Tapi tidak habis juga. Padahal ada dua durian lagi tergantung di motornya. “Sebagai cadangan kalau abang masih merasa kurang”, katanya.

***

Nama adinda saya ini Murtadha Muhammad. Sekilas mirip Rohingya. Mirip Shahrukh Khan juga iya. Hitam manis. Tidak begitu manis sih. Tapi hitam iya. Mirip-mirip India atawa Banglades. Kalau hatinya jangan tanya, baik sekali. Keinginannya untuk berubah tinggi sekali. Namun belakangan ia terlihat bingung. Sebagai seorang guru yang hidup dengan berbagai rutinitas dan formalitas, ia mulai berfikir bagaimana cara agar hidupnya bisa menjadi lebih bermanfaat bagi orang-orang.

Kami sudah belasan tahun tidak bertemu. Dulu sering berinteraksi saat masih menjadi aktifis mahasiswa Islam. Beliau banyak saya beri masukan tentang teknik mengelola training dan diskusi. Dalam banyak hal kami sering berdiskusi tema-tema leadership.

Ternyata beliau sudah hampir 8 tahun menjadi guru di sebuah daerah terpencil, 30 Km di pedalaman Aceh Tamiang. Tepatnya di SMPN 7 Karang Baru, Desa Sulum, Kec. Sekerak. Kondisi jalan menuju daerah ini katanya masih memprihatinkan, berpasir dan berbatu.

Alih-alih memberi motivasi, saya lebih tertarik untuk mencari inspirasi dari kawan saya yang telah bekerja untuk masyarakat di pedalaman ini. Murtadha menceritakan berbagai tantangan yang ia hadapi disana. Membangun iklim pendidikan di daerah terpencil sangatlah menantang. Terkadang murid-murid lebih memilih ke ladang daripada sekolah.

Namun sesekali ia terlihat gembira saat mengulas bagaimana ia telah berhasil memotivasi anak-anak disana untuk rajin membaca. Ia menyebutkan ada beberapa muridnya yang sudah menamatkan sampai 200an buku.

Awalnya ia cukup pesimis dengan kemampuan murid-muridnya. Tapi itu berubah manakala ada muridnya yang melanjutkan pendidikan ke sebuah SMK favorit di kota dan memperoleh ranking teratas. Kini ia percaya, murid-muridnya adalah makhluk-makhluk terbaik titipan Tuhan di pedalaman Tamiang.

Ditengah optimismenya ini, ia merasa kesepian. Ia merasa tidak punya kawan diskusi yang mampu memotivasinya untuk bekerja lebih baik lagi. Ia lebih banyak menemukan orang yang suka membahas politik daripada pendidikan. Ini yang menjadi alasan ia mengendarai motornya sejauh 120 Km untuk menjumpai saya. Saya hargai usahanya sebagai sebuah tindakan yang penuh pengorbanan. Tetapi secara jujur saya katakan, “Kelihatannya cuma Allah yang cocok menjadi motivator kamu.”

Karena dalam keterpencilan, satu-satunya sumber energi terbaik adalah Tuhan. Perkuat koneksi ke langit. InsyaAllah kita akan mendapat banyak ilham untuk melakukan berbagai kebajikan. Karena bagi kita sebagai makhluk yang berasal dari syurga, dunia ini adalah wilayah asing. Hanya mereka yang memiliki Tuhan yang mampu melakukan hal-hal berani untuk kemanusiaan.

Teruslah berfikir dan berbuat. Jadilah orang yang semakin hari semakin berguna. Jadilah bintang yang menyinari, yang kehadiranmu membuat masyarakat bisa melihat. Hiduplah melebihi tapal batas kehidupanmu sekarang. Hiduplah secara lebih berani dari yang sedang kau jalani. Dan untuk menjadi berani, engkau harus benar-benar yakin kepada Tuhan. Jika tidak, maka rutinitas pekerjaan akan membunuhmu.

Saya pribadi termotivasi dengan sosok-sosok sederhana, yang punya keinginan kuat untuk terus belajar dan berbuat seperti si Murtadha ini.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

Advertisements

3 Comments

  1. Hayeue that abang nyan, lage lam felem laskar pelangi

    Like

  2. Aliovich

    Sederhana itu Baik

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s