SYAHADAH, OUTPUT DZIKRULLAH

image: “khusyuk di bawah cahaya senja”

Syahadah, Output Dzikrullah
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Apa yang kita sebut “syahadat” itu adalah dzikir. Bukan show dzikir an sich yang lagi marak dimana-mana. Tapi sebuah bentuk ritual tazkiyatunnafs dengan metodologi khusus (tariqah) dibawah bimbingan guru spiritual yang bersanad dan karamah. Karamah artinya sudah mendapat otorisasi, turunnya qudrah dan iradah Allah. Tariqah yang benar pasti dapat mempertemukan kita dengan Allah. Pasti.

Buktinya, jauh sebelum disuruh melaksanakan shalat, semua nabi yang menapaki jalan (tariq) ini sudah mengalami syahadah, berjumpa dengan Allah. Makanya semua nabi dan para pewarisnya (wali-wali Allah) mengawali karir spiritual dengan pertapaan (uzlah) agar terhubung dengan alam ilahiyah. Batin dulu yang harus dibereskan, sebelum amal ibadah diberi casing lahiriah (syariat).

Jadi, tahap awal berislam adalah secara teoritis percaya kepada Allah, yang kemudian dibuktikan keberadaan wujud-Nya melalui kontak langsung dalam pengalaman musyahadah pada fase-fase dzikrullah (suluk). Sehingga, ketika Dia sudah pernah disaksikan, maka mudah bagi kita untuk mengingat-Nya (khusyuk). “Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku” (QS. 20:14).

Ampuni kebodohan kami ya Allah!

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****
___________________
powered by PEMUDA SUFI. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s