KASIH SAYANG-NYA MELAMPAUI GOMBALMU

Kasih Sayang-NYA melampaui Gombalmu
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Siang ini kudekati istriku. Kubisikkan sesuatu yang baru: “Sayang.. sekiranya semua suami yang ada di dunia, beserta seluruh kasih sayang mereka kepada istri-istri mereka dikumpulkan jadi satu, masih kalah jauh dengan kasih sayangku kepadamu”.

Anda bisa bayangkan sendirilah. Mendengar itu, pipi istri saya yang putih bersih, langsung memerah. Mungkin kalah pipi Aisyah. Tidak sampai 30 menit kemudian, ia datang menghampiri dengan membawa semangkuk Indomie berisi lauk pauk yang disarankan lembaga-lembaga nutrisi dunia. Daging, udang, telur, sayur, kentang, tempe dan lain sebagainya. Semua dicampur jadi satu. Keahlian masaknya tercium dari aroma wangi menu. Walaupun follower channel YouTube masak-masaknya belum sampai 1000.

Anda tau, saya sebenarnya sedang kehabisan tema dan materi saat berbicara dengannya. Lalu mulailah bergombal. Tapi dia mengapresiasinya dengan perhatian dan kasih sayang. “Gombal kau persembahkan, Indomie spesial kuberikan!”. Kira-kira begitu tagline-nya, kalau suatu saat James Cameron atau Steven Spielberg silap dan tertarik untuk mem-film-kan cerita ini.

Apakah dengan Tuhan begitu juga?

Iya!

Semua ibadah kita, gombal, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Apa yang kita sumpahi setiap pagi dan petang, itu lelucon berseri. “Inna shalati, wanusuki, wamahyaya, wamamati, lillahi rabbil ‘alamin”, semuanya itu bacaan lawak kita siang malam.

Sebab; setelah kering bibir kita berjanji menyembah-Nya; hampir sepanjang hari pula kita iri, hasut, khianat, riya’, dan mencerca. Hampir sepenuh waktu sepanjang hidup kita menilai orang sesat, dengan ayat yang kita lumuri nafsu. Mungkin kebohongan hati kita hampir seimbang dengan bacaan ayat dan hadis kita.

Semua syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji kita; sebenarnya lebih lucu dari stand-up comedy. Semua gelar; profesor, doktor, haji, ustad, teungku, syekh, kiyai, abi, buya, habib; sedikitpun tak membuat kita terhormat dimata-Nya. Kecuali title itu Tuhan yang sematkan, selebihnya gombal, kawan!

Namun, kita tetap disayang. Dikasihi-Nya. Dipenuhi segala hajat. Dimudahkan segala urusan. Disenangkan. Dimudahkan rejeki.

Sebab, Dia itu Allah. Yang kasih sayang-Nya melampaui murkanya. Dia itu Allah. Yang siang malam tau sedang engkau gombali dengan doa, zikir, jubah, peci, sarung, tasbih, dan serban. Tapi masih terus memberi sambil tersenyum.

Jadilah engkau seperti Dia!

Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

💥 powered by PEMUDA SUFI
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG: @saidmuniruddin