Bulan ‘Rusuh’
Oleh Said Muniruddin

RAMADHAN selalu mengingatkan kami pada pengalaman masa kecil. Tarawih termasuk momen penting yang kami tunggu-tunggu. Bukan karena khusyuk dengan sholat sunat super panjang, yang di kampung bisa mencapai 23 rakaat. Tapi karena itu kesempatan untuk membuat kerusuhan. Saling kejar. Tarik. Dorong. Gelitik. Cokeh. Seret. Dan banting.

Sampai-sampai belakangan saya curiga, kenapa Nabi dulu tidak mewajibkan tarawih. Bahkan Beliau sendiri hanya beberapa malam awal saja melakukan itu di masjid. Lalu membubarkan jamaah, dan melanjutkan qiyamullail sendirian di rumah.

Mungkin Beliau khawatir kalau di akhir zaman akan banyak anak-anak seperti kami yang suka buat rusuh saat tarawih. Bukan cuma kami. Anda pun saat kecil pasti seperti itu. Mungkin lebih rusuh lagi. Bukan cuma rusuh saat sholat, tapi juga rusuh saat mengaji.

Saya gak tau bagaimana pendapat Nabi kalau sempat mendengar suara orang mengaji ditengah malam buta, memakai pengeras suara. Entah akan ditempeleng. Entah dikasih jaminan masuk syurga.

Aniway, selamat berpuasa!
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG: @saidmuniruddin

Advertisements