TERDENGAR “RINDU” MEGGY Z DALAM TAKBIR IDUL ADHA

Terdengar “Rindu” Meggy Z dalam Takbir Idul Adha
Oleh Said Muniruddin | Rector The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Mungkin karena masih suasana lebaran. Tetangga kami seperti sedang merasakan bahagia lebih dari biasanya. Mereka ini semacam “happy people”. Kalau nyetel musik kedengaran satu dusun. Mungkin itu cara mereka bahagia. Sebaliknya, cara kami mendapatkan pahala sabar, sekaligus sakit kepala.

Kebetulan, malam ini kami di rumah aja. Sayup-sayup terdengar suara imam dari corong pengeras suara: “Assalamu’alaikum warahmatullah, Assalamu’alaikum warahmatullah”. Pertanda usainya shalat Isya di mushalla. Takbir pun bergema. Gemuruh vokal orang dewasa bercampur baur dengan teriakan aneuk miet krap-kriep (bocah-bocah yang suka bikin rusuh, alias menyemarakkan suasana beragama).

Baru sesaat takbir mengudara, tiba-tiba musik tetangga juga perlahan memecah suasana. “Kun Fayakun!”. Maka, apa yang patut terjadi, terjadilah. Live. Duet terdahsyat sepanjang abad terjadi di kampung kami pada malam ke-3 hari raya. “Rindu”-nya Meggy Z di rumah tetangga, berkolaborasi dengan “Takbir” di mushalla:

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR
🎼 Riiiiiiiindu……

LA ILAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR
🎼 Mengapa rindu hatiku tiada tertahan
🎼 Kau tinggalkan aku seorang

ALLAHU AKBAR, WALILLAHILHAMD
🎼 Riiiiiiiindu……
🎼 Mengapa rindu hatiku tiada tertahan

Sungguh. Saya bukan penggemar Meggy Z. Dangdut juga bukan passion saya. Tapi entah kenapa ia muncul mengiringi rintik hujan dalam takbir malam hari raya. Terdengar seperti kombinasi musik terdahsyat sepanjang masa. Awalnya terkesan “bid’ah”. Tapi lama-lama mulai tersirat unsur “hasanah”-nya. Pesan-pesan sufistiknya saling mengisi. Lafadz takbir benar-benar membuat kita “rindu” dengan-NYA.

Ya, malam ini kami kembali larut dalam konser spiritual yang bernada kontroversial. Sebagai muslim yang rada-rada baik, saya tidak menyalahkan si tetangga (yang selama hampir satu jam saya mengetik ini juga masih berteriak-teriak dengan karoke-nya). Saya anggap ini hiburan dari Allah ta’ala. Tapi cukup sekali saja.

Allahumma shalli’ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

💥 powered by PEMUDA SUFI
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG: @saidmuniruddin