“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.90 | Desember 2021


AGAMA: ANTARA “MENIRU” (BEING) DAN “MENJADI” (BECOMING)

Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM.

Kalau anda meniru pakaian polisi, apakah anda jadi polisi?

Kalau anda meniru pakaian tentara, apakah anda jadi tentara?

Kalau anda meniru pakaian dokter, apakah anda jadi dokter?

Kalau anda meniru pakaian pilot, apakah anda jadi pilot?

Kalau anda memakai baju No.7, atau No.10; apakah anda jadi Ronaldo? Jadi Messi?

Kalau anda memakai peci, jas dan tongkat komando, apakah anda jadi Soekarno?

Kalau anda meniru suara, cara tertawa, gaya berjalan dan tanda tangan Jokowi; apakah anda jadi presiden RI?

Kalau anda meniru baju, celana, jenggot, celak, serban, hafalan, kefasihan baca, pekik takbir, rukuk sujud, menahan lapar, lalu mutar-mutar berkeliling Kakbah; apakah anda jadi nabi?

Lalu apa yang membuat seseorang menjadi polisi, tentara, dokter, pilot, artis, tokoh dan bahkan seorang nabi?

***

Agama, itu hanya membuat anda jadi burung beo, kalau levelnya meniru. Agama juga dapat membuat anda menjadi seorang (waris) nabi. Kalau levelnya mengalami.

Agama bukan tentang penampilan (being) an sich. Agama itu tentang uswah “hasanah”. Kemampuan menyerap dimensi ihsan (batin) dari seorang nabi. Kemampuan untuk mewarisi ruhani yang terus membumbung tinggi (becoming). Ruhani yang mampu berinteraksi dengan sang Ilahi.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.****

💥 powered by SUFIMUDA
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG@saidmuniruddin